Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi, Nauli Handayani S.Km., M.Si
Bukittinggi MataJurnalist.com_Perpustakaan kini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dinas Perpustakaan Bukittinggi Bertransformasi Jadi Ruang Belajar, Hadirkan Beragam Kelas Gratis untuk Masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, saat diwawancarai awak media, Senin (3/8/2026).
Nauli mengatakan, selain menyediakan koleksi buku fisik, pihaknya juga telah menghadirkan perpustakaan digital untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai bahan bacaan.
"Kami memiliki buku dalam bentuk fisik maupun digital. Saat ini jumlah koleksi perpustakaan mencapai sekitar 23.000 judul. Di samping itu, perpustakaan juga sedang bertransformasi menjadi ruang belajar bagi semua kalangan," ujarnya.
Sebagai wujud transformasi tersebut, Dinas Perpustakaan telah menyelenggarakan berbagai kelas pengembangan diri yang dapat diikuti masyarakat secara gratis.
Salah satunya adalah Kelas Tahsin Al-Qur'an. Menurut Nauli, program ini awalnya hanya diperuntukkan bagi pegawai, namun karena mendapat sambutan positif, kini telah dibuka untuk masyarakat umum.
"Kelas Tahsin sudah berkembang sangat baik. Program reguler telah berlangsung sebanyak 10 kali pertemuan dan selesai pada akhir Juli lalu. Selain itu, saat libur sekolah kami juga membuka Kelas Tahsin khusus anak-anak yang dibagi menjadi kelas putra dan putri, dan seluruh rangkaian kegiatan telah terlaksana dengan baik," jelasnya.
Selain Tahsin, perpustakaan juga menghadirkan Kelas Jurnalistik yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menulis.
"Kami ingin masyarakat, tanpa memandang usia, memiliki ruang untuk mengungkapkan gagasan dan perasaannya melalui tulisan. Menulis juga menjadi salah satu cara yang positif untuk mengurangi stres. Kami berencana kembali membuka angkatan berikutnya, kemungkinan bulan ini atau bulan depan," katanya.
Program lain yang juga mendapat perhatian masyarakat adalah Kelas Merajut. Kegiatan ini terdiri dari empat kali pertemuan, dengan dua pertemuan telah dilaksanakan dan dua sesi berikutnya akan segera dilanjutkan.
"Setelah empat kali pertemuan selesai, kami akan membuka angkatan baru agar lebih banyak masyarakat yang bisa ikut," tambah Nauli.
Tak kalah diminati adalah Kelas Content Creator yang baru saja digelar. Menurut Nauli, antusiasme peserta sangat tinggi hingga kuota peserta langsung terpenuhi.
"Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa. Dari hasil pelatihan tersebut sudah ada beberapa peserta yang mulai memproduksi konten dan mengunggahnya di Instagram maupun Facebook," ujarnya.
Ia menegaskan, pelatihan tersebut tidak hanya mengajarkan teknik membuat konten, tetapi juga menanamkan pentingnya literasi agar informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami bekerja sama dengan para narasumber agar peserta mampu menghasilkan konten yang berkualitas, akurat, dan dapat divalidasi kebenarannya. Inilah pentingnya literasi bagi seorang content creator," jelasnya.
Ke depan, Dinas Perpustakaan juga akan membuka Kelas Make Up yang saat ini sedang dalam tahap persiapan. Menurut Nauli, minat masyarakat terhadap seluruh program pelatihan sangat tinggi.
Pendaftaran seluruh kelas dilakukan secara online melalui akun Instagram Dinas Perpustakaan dengan mengisi formulir melalui tautan atau barcode yang disediakan.
"Metode ini sekaligus menjadi penyaringan awal, karena peserta yang mendaftar benar-benar memiliki minat. Biasanya hanya dalam satu hingga dua jam setelah dibuka, kuota sudah penuh. Bahkan banyak pengikut media sosial kami yang tidak kebagian karena kalah cepat mendaftar," ungkapnya.
Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari Kota Bukittinggi, tetapi juga dari daerah lain seperti Payakumbuh.
"Kami tetap menerima peserta dari luar daerah selama mereka mendaftar melalui link dan kuota masih tersedia," katanya.
Nauli menyebutkan, kuota peserta setiap kelas disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Kelas Content Creator diikuti sekitar 65 peserta, Kelas Merajut sebanyak 15 peserta, sementara Kelas Make Up yang akan datang direncanakan menampung 30 peserta. Adapun Kelas Tahsin dibatasi hanya 10 peserta karena lebih banyak praktik dan berlangsung selama 10 kali pertemuan.
"Seluruh kegiatan yang kami selenggarakan tidak dipungut biaya atau gratis. Harapan kami, perpustakaan benar-benar menjadi pusat literasi, kreativitas, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat," pungkas Nauli.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0