GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

DPR RI Komisi IX dan BPOM Gelar Sosialisasi KIE di Agam, Dorong UMKM Naik Kelas

Ratusan peserta di Agam mengikuti Sosialisasi KIE yang digelar BPOM bersama Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki, pada Jumat (28/8/2025) di Aula Serbaguna Kubang Putiah, Kabupaten Agam.

Agam, MataJurnalist.com_Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Anggota DPR RI Komisi IX menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Serba Guna Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, pada Jumat (28/8/2025).

Dengan mengusung tema “Wujudkan Masyarakat Sadar Obat dan Makanan yang Aman dan Bermutu”, acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Plt. Kepala Balai Besar POM di Padang, Aria Bogorianti Asgul, Camat Banuhampu Ridwan, Kapolsek Banuhampu, Danramil, Kepala Balai POM Payakumbuh Iswandi selaku narasumber, Wali Nagari Kubang Putiah Delwizar, para wali nagari se-Kecamatan Banuhampu, wali jorong se-Kubang Putiah, niniak mamak, bundo kanduang, serta undangan lainnya.

Sambutan pembuka disampaikan oleh Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama, secara virtual melalui Zoom Meeting. Dalam arahannya, Ade menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mendorong pelaku UMKM agar naik kelas melalui produk pangan dan obat tradisional yang sehat, aman, serta memiliki izin edar dari BPOM.

“Banyak hasil panen yang dapat diolah menjadi ramuan bumbu masakan maupun obat-obatan tradisional. Namun, tanpa standar kesehatan dan izin edar dari BPOM, produk tersebut sulit diterima pasar secara luas. Melalui sosialisasi ini, kita ingin UMKM bisa berkembang dengan menghasilkan produk yang tidak hanya enak, tapi juga sehat, bermutu, dan aman dikonsumsi,” ujar Ade.
Plt. Kepala Balai Besar POM di Padang, Aria Bogorianti Asgul, dalam sambutannya menjelaskan bahwa BPOM memiliki tiga unit pelaksana teknis di Sumatera Barat, yaitu Balai POM Padang, Balai POM Payakumbuh, dan Loka POM Sijunjung. Ketiganya berperan aktif dalam pengawasan, pembinaan, serta pemberian izin edar produk, katanya.

“Sebelum beredar, produk harus melalui proses pengecekan dan memiliki izin resmi dari BPOM. Jika sudah berizin, masyarakat tidak perlu ragu mengonsumsinya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan produk yang beredar sehat dan bermutu,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Nagari Kubang Putiah, Delwizar, berharap agar ilmu yang diperoleh dalam sosialisasi ini dapat ditularkan hingga ke tingkat jorong. “Kader-kader di nagari harus ikut menyebarkan informasi tentang keamanan pangan dan obat-obatan kepada masyarakat. Dengan begitu, kesadaran akan pentingnya produk yang sehat bisa semakin luas,” ujarnya.

Senada juga di sampaikan Camat Banuhampu, Ridwan, dalam sambutannya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Anggota DPR RI dan BPOM yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

Menurutnya, izin edar dari BPOM akan menjadi langkah penting bagi UMKM di kecamatan tersebut untuk naik kelas, katanya.

“Dengan adanya izin Industri Rumah Tangga (IRT) dan izin edar dari BPOM, produk-produk UMKM di Banuhampu tidak hanya bisa dipasarkan lebih luas, tapi juga mampu bersaing secara sehat,” katanya.

Dalam paparannya, narasumber dari Balai POM Payakumbuh, Iswandi, menambahkan bahwa BPOM akan terus mendampingi pelaku usaha, terutama UMKM, dalam proses pengurusan izin dan penerapan standar keamanan produk. 

Pada kesempatan itu, Ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dan cerdas dalam memilih makanan serta obat-obatan yang dikonsumsi, tutupnya.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.