Rektor UMNatsir Bukittinggi Afridian Wirahadi Ahmad, S.E., M.Sc., Ak.CA., CGAE
Bukittinggi MataJurnalist.com_Program Studi S1 Farmasi Universitas Mohammad Natsir (UMNatsir) Bukittinggi Yarsi Sumatera Barat, sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Pengobatan Batuk yang Tepat: Konsep serta Tinjauan Klinis Ekspektoran dan Mukolitik pada Batuk”.
Acara menghadirkan narasumber ternama dan berkompeten di bidang farmasi serta kesehatan, sehingga memberikan wawasan mendalam bagi para peserta yang hadir secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini diadakan secara hybrid dan diikuti hampir 300 peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi farmasi dari dalam dan luar negeri.
Webinar dibuka Rektor UMNatsir Bukittinggi Afridian Wirahadi Ahmad, S.E., M.Sc., Ak.CA., CGAE. Dalam sambutannya, Afridian menekankan pentingnya pemahaman yang benar tentang pengelolaan batuk, tidak hanya sebagai gejala penyakit, tetapi juga sebagai aspek kesehatan yang memerlukan penanganan klinis yang tepat.
“Acara ini bukan sekadar diskusi ilmiah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat luas agar dapat memahami dan menerapkan pengobatan batuk yang efektif dan aman,” ujar Afridian
Sementara itu, narasumber ahli Dr. Asad Ur Rahman, Ph.D., dari Faculty of Pharmaceutical Sciences Prince of Songkla University, Hat-Yai, Thailand, memberikan paparan ilmiah mendalam mengenai mekanisme kerja ekspektoran dan mukolitik, serta kajian klinis terbaru yang mendukung penggunaannya.
Dr. Asad menjelaskan bagaimana kedua jenis obat tersebut bekerja dalam memfasilitasi pengeluaran lendir, mengurangi iritasi saluran pernapasan, dan meningkatkan kenyamanan pasien. Paparan ini berhasil menambah wawasan peserta tentang pengobatan batuk berbasis klinis yang efektif.
Selanjutnya, Apt. Dedy Almasdy, M.Si., Ph.D. (Clin.Pharm), Ketua PD IAI Sumatera Barat menyampaikan perspektif praktis dan pengalaman klinis terkait penggunaan obat ekspektoran dan mukolitik dalam pengobatan batuk.
Ia menekankan pentingnya pemilihan obat sesuai dengan jenis batuk, kondisi pasien, dan indikasi medis yang tepat, sehingga pengobatan menjadi efektif dan minim risiko.
Webinar ini juga dirancang interaktif, dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa farmasi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum, untuk berinteraksi langsung dengan narasumber. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul sangat beragam, mencakup pemilihan dosis, efek samping obat, hingga tips pengobatan alami yang aman.
Selain materi yang berkualitas, webinar ini juga memberikan berbagai manfaat tambahan bagi peserta. Semua peserta mendapatkan materi lengkap, e-sertifikat, serta ilmu yang dapat langsung diterapkan dalam praktik sehari-hari.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen UMNatsir Bukittinggi Yarsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kualitas pendidikan farmasi serta kesehatan masyarakat. Webinar ini juga menjadi media strategis untuk memperluas wawasan, membangun jejaring profesional, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengobatan batuk yang tepat.
Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan pemahaman mengenai pengelolaan batuk tidak hanya menjadi pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu diterapkan dalam praktik sehari-hari secara aman dan efektif.
“Webinar ini menjadi momentum penting bagi UMNatsir Bukittinggi dalam memperkuat peran pendidikan farmasi berbasis klinis, menegaskan bahwa edukasi berkualitas selalu hadir untuk membekali mahasiswa dan masyarakat luas dengan pengetahuan yang bermanfaat dan relevan pada masa kini,”pungkas Afridian (t)

Komentar0