Bukittinggi, MataJurnalist.com_ PT. Pesona Jejak Wisata Tour and Travel Bukittinggi kembali menerima kedatangan rombongan pelajar dari Malaysia, Sabtu (13/9/2025). Rombongan ini terdiri dari 41 orang, yakni 36 siswa dan 5 guru pendamping dari berbagai sekolah menengah teknik di Malaysia, dengan mayoritas berasal dari Sekolah Menengah Teknik Terengganu.
Kedatangan mereka ke Sumatera Barat merupakan bagian dari program edukasi dan wisata budaya yang bertujuan untuk mempererat hubungan internasional antara Malaysia dan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), rombongan langsung disambut oleh tim dari PT Pesona Jejak Wisata. kemudian menikmati santap siang di Restoran Lamun Ombak sebelum melanjutkan perjalanan ke MAN Insan Cendekia Padang Pariaman.
Wakil Kepala Sekolah yang juga menjadi guru pendamping, Samihah, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menjadi ajang studi banding, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih luas kepada siswa tentang pentingnya pengembangan keterampilan non-akademik.
"Program ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan sistem pendidikan di Sumatera Barat serta meningkatkan hubungan internasional antara Indonesia dan Malaysia," ujar Samihah saat ditemui di Hotel Kharisma Bukittinggi, tempat mereka menginap pada Sabtu pagi (13/9/2025).
Pada hari pertama, rombongan menginap di Rangkayo Basa Padang Panjang dan mengunjungi SMKN 2 Padang Panjang serta pusat kerajinan tangan setempat. Selanjutnya, melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi untuk mengikuti tur edukatif dan budaya.
Agenda hari ini kunjungan ke Lawang, Panorama 44 Kelok, Danau Maninjau, hingga sentra kerajinan perak di Koto Gadang. Rombongan juga sempat menikmati pemandangan dari Lawang Top View dan melihat atraksi kerbau berkacamata ikon wisata lokal yang unik. Kunjungan nanti akan ditutup dengan makan malam dan beristirahat di Hotel Kharisma Bukittinggi, ucap Samihah.
“Ini adalah pengalaman berharga yang memberikan kami pemahaman baru tentang pentingnya pengembangan keterampilan selain akademik,” ujar Samihah.
Dalam kesempatan tersebut, Samihah juga memberikan beberapa masukan mengenai produk oleh-oleh khas Bukittinggi. Menurutnya, banyak produk yang mulai seragam dan kurang inovatif.
"Souvenir seperti kaus bergambar Jam Gadang sudah sangat umum. Sebaiknya dikembangkan produk kerajinan tangan yang lebih unik seperti rajutan atau karya lokal yang belum banyak ditemukan di pasaran,” sarannya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ini adalah kunjungannya yang sudah sekian kalinya ke Bukittinggi. Meski sering berkunjung, Samihah mengakui bahwa suasana kota ini selalu membawa kesan yang berbeda.
"Bukittinggi sejuk, indah, makanannya enak, dan masyarakatnya sangat ramah. Saya selalu merasa aman dan nyaman di sini, meskipun sempat ada kekhawatiran karena isu demonstrasi sebelum keberangkatan,” tambahnya.
Guru-guru pendamping lainnya, seperti Cikgu Wan Zaleha Wan Ngah dari SMK Kompleks Seberang Takir, Cikgu Fazmidar Abdullah dari SMK Putrajaya, serta Cikgu Rosman Bin Taib dari SMK Tengku Mizan Zainal Abidin, juga memberikan kesan positif terhadap program ini.
Mereka berharap harga produk lokal bisa tetap terjangkau agar wisatawan asing maupun lokal dapat lebih mudah mendukung usaha masyarakat.
Pimpinan PT Pesona Jejak Wisata, Subari, saat di hubungi via WhatsApp pribadinya menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas kesempatan menjadi bagian dari program ini. Menurutnya, kunjungan seperti ini sangat penting dalam membangun jembatan budaya dan pendidikan antara kedua negara.
“Kami sangat senang bisa membawa rombongan ini ke Ranah Minang. Semoga kunjungan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa dan guru, tetapi juga membuka peluang untuk berbagi pengetahuan yang memperkaya dunia pendidikan,” kata Subari.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar kunjungan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi seluruh peserta.
“Kami berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia serta memperluas jaringan pendidikan internasional melalui pertukaran budaya dan pengalaman belajar yang positif,” pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo

Komentar0