Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Ansharullah Peduli Negeri (Ashpen) Bukittinggi, Zulfamiadi S.Hi, Jumat (20/2/2026)
Bukittinggi, Matajurnalist.com_Zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan energi sosial jangka panjang yang menjadi lentera harapan bagi masyarakat. Ibarat lampu yang menerangi kegelapan, zakat hadir sebagai cahaya yang membebaskan banyak orang dari kesulitan ekonomi dan berbagai persoalan kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Ashpen Bukittinggi, Zulfamiadi, saat diwawancarai awak media pada Jumat (20/2/2026). Ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran besar dalam menghadirkan senyum bagi masyarakat, khususnya fakir miskin dan anak-anak yatim.
“Zakat adalah energi sosial. Ketika ditunaikan dengan benar, ia menjadi cahaya yang menerangi kehidupan banyak orang. Kita ingin melihat mereka tersenyum, bangkit dari kegelapan ekonomi, dan memiliki harapan baru,” ujarnya.
Menurutnya, Ashpen memprioritaskan penyaluran zakat kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Terlebih menjelang Ramadan, berbagai bantuan telah disalurkan, seperti kompor dan perlengkapan memasak bagi keluarga kurang mampu.
“Kita beri mereka simbol spirit of zakat, semangat untuk bangkit dan mandiri,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyamakan zakat dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Zakat memiliki ketentuan dan sasaran yang jelas sesuai syariat, berbeda dengan THR yang bersifat pemberian atau bonus.
“Jangan sampai di suatu kampung muncul anggapan bahwa zakat sama dengan THR. Jika itu terjadi, bisa timbul kesalahpahaman, seolah-olah zakat adalah hak yang dibagi rata seperti THR. Padahal zakat memiliki aturan dan penerima yang telah ditentukan. Zakat tidak bisa disamakan dengan THR,” tegasnya.
Zulfamiadi juga mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga amil zakat resmi agar penyalurannya tepat sasaran. Ia menyampaikan bahwa Ashpen merupakan lembaga amil zakat resmi yang berpusat di Bukittinggi dan berkomitmen membangun peradaban melalui penguatan ekonomi umat.
“Kita pernah mencatat sejarah sebagai pusat perjuangan. Dari Bukittinggi, kita bangun kembali semangat peradaban itu. Zakat adalah lentera peradaban, mensucikan harta sekaligus menguatkan saudara-saudara kita,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menyisihkan sebagian harta, mensucikannya melalui zakat, dan bersama-sama memperkuat solidaritas sosial.
“Marilah kita jadikan zakat sebagai gerakan bersama. Kita sucikan harta, kita kuatkan saudara, dan kita bangun harapan dari Bukittinggi untuk Sumatera Barat,” pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0