Agam, MataJurnalist.com_ Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaporkan hilang setelah diduga terseret ombak saat mandi di Pantai Muaro Putus, Jorong Muara Putuih, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Rabu (15/7/2026).
Korban diketahui bernama Berkat Saputra Lavau, siswa kelas II SMP Negeri 3 Tanjung Mutiara. Informasi mengenai peristiwa tersebut diterima sekitar pukul 10.34 WIB.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan dari, Serda Rahmat, sekitar pukul 10.25 WIB korban bersama kurang lebih 10 orang teman sekolahnya mandi di kawasan Pantai Muaro Putus. Saat sedang berenang, korban diduga terseret arus dan gelombang ke arah tengah laut.
Diduga karena tidak mampu melawan derasnya arus, korban tidak dapat kembali ke bibir pantai hingga akhirnya menghilang dari pandangan teman-temannya.
Salah seorang teman korban, Ferdianus Waruhu, yang menyadari Berkat tidak lagi terlihat, segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah. Korban diduga tenggelam setelah terseret ombak.
Menerima laporan tersebut, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Polsek Tanjung Mutiara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam untuk melakukan upaya pencarian.
Operasi pencarian oleh tim gabungan dimulai sekitar pukul 12.30 WIB. Unsur yang terlibat dalam pencarian terdiri dari BPBD Kabupaten Agam, PMI Kabupaten Agam, personel Polsek Tanjung Mutiara, Babinsa, serta masyarakat setempat. Tim melakukan penyisiran di sepanjang bibir pantai dan area perairan yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.
Selain itu, tim juga menunggu bantuan dari Basarnas yang datang dari wilayah Pasaman dan Padang dengan membawa perahu karet untuk memperluas jangkauan pencarian di laut.
Hingga sore hari, korban masih belum berhasil ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan.
Sementara itu, kedua orang tua korban, Golo Laafau (35) dan Yudikatif Gowasa (35), warga Afdeling V PT Mutiara Agam, tampak gelisah menunggu di tepi pantai sambil berharap anak mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Sekitar pukul 19.30 WIB, operasi pencarian hari pertama akhirnya dihentikan karena kondisi cuaca, gelombang laut, serta minimnya jarak pandang yang tidak memungkinkan pencarian dilanjutkan.
Tim gabungan kemudian menggelar briefing untuk melakukan evaluasi serta menyusun strategi pencarian pada hari berikutnya, termasuk pembagian sektor pencarian agar proses evakuasi dapat berlangsung lebih efektif.
Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga terseret arus akibat gelombang laut yang cukup besar. Rekan-rekan korban tidak dapat memberikan pertolongan karena kuatnya ombak yang datang secara tiba-tiba. Mereka hanya dapat menyaksikan korban terseret hingga akhirnya menghilang.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena terjadi saat jam pelajaran sekolah masih berlangsung. Kejadian tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat, agar pengawasan terhadap aktivitas para pelajar, khususnya di kawasan pantai dan lokasi berisiko, dapat lebih ditingkatkan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali, pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo

.jpeg)
Komentar0