GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Desain Kota Jangan Tinggalkan Sejarah dan Kearifan Lokal Rakorda II ICP-CD Sepakati Rancangan Konsep Koridor Jalan Sudirman

Rakorda II Penyepakatan Rancangan Konsep Pengembangan Kawasan Pilot Area (Integrated City Planning-Concept Desain atau ICP-CD), Kamis (21/8/2025)dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias.

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Wilayah Nasional, Kementerian PU RI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bukittinggi mengadakan Rakorda II Penyepakatan Rancangan Konsep Pengembangan Kawasan Pilot Area (Integrated City Planning-Concept Desain atau ICP-CD), Kamis (21/8/2025).  Rakorda diadakan terkait terpilihnya Kota Bukittinggi sebagai salah satu dari 10 kota di Indonesia yang menjadi piloting project design konsep perencanaan kota terpadu. 

Kegiatan Rakorda di Balai Kota Bukittinggi tersebut dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias, SH Dt. Nan Basa. Hadir dalam pertemuan yang difasilitasi secara hybrid dan tatap muka (luring) tersebut, OPD terkait meliputi Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Dinas PU dan Penataan Ruang, Badan Keuangan, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan lain-lain.

Pemerintah Pusat diwakili Kepala Kantor Pertanahan Kota Bukittinggi Kementerian ATR/BPN dan Komandan Komando Distrik Militer 0304 Agam. Mewakili BUMN/BUMD seperti Kepala Unit PLN UP Bukittinggi dan Direktur PDAM Tirta Jam Gadang Kota Bukittinggi (BUMD). 

Mewakili LSM yaitu Drs. Rismaidi, SH (Ketua DPC Syarikat Islam Bukittinggi), Efri Yoni Baikoeni, MA (Dosen UM Sumatera Barat, Sejarawan), Dr. Indra Utama, S.Kar. M.Hum. (Akademisi, Budayawan), Ketua ASITA (Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies) Sumatera Barat, LKAAM, Kadin Kota Bukittinggi, PHRI dan lain-lain.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan bahwa kawasan Kota Lama Koridor Jalan Sudirman dijadikan kawasan Pilot Area (Integrated City Planning-Concept Desain atau ICP-CD). Di sepanjang Jalan Sudirman, banyak terdapat bangunan cagar budaya seperti SMP 1, Hotel Centrum, Gereja Katholik, bangunan Kodim 0304/Agam, eks Stasiun dan sebagainya.

“Ini membuktikan bahwa Bukittinggi tidak bisa lepas dari sejarah. Nantinya, di koridor Jalan Sudirman bisa dibuat bangku-bangku, dan ada bacaan buku sejarah dan sebagainya. Kemudian, memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki dan pengunjung. Bukittinggi juga butuh space untuk tempat duduk lebih nyaman. Mereka nanti dapat bercerita dan silaturrahmi. Kami ingin Bukittinggi menjadi lebih maju seperti kota-kota maju lainnya. Selain itu, kita ingin membangun peradaban sebagai kota Perjuangan,”ujar Ramlan.

Wako Ramlan juga menginginkan desain kota tidak meninggalkan sejarah, peradaban dan kearifan lokal. Bukitinggi memiliki banyak bangunan bersejarah seperti Jam Gadang, SMAN 2 dan Lobang Jepang. 

“Kita akan siapkan Perda Bukittinggi Kota Perjuangan. Bukittinggi bersama Jakarta dan Jogja merupakan kota-kota perjuangan di Indonesia, yang tidak bisa dilepaskan. Bahkan, duplikat bendera Pusaka ada di tiga kota itu. Kita juga akan menyambut 100 tahun Jam Gadang. Pemko berencana mengadakan Festival Jam Gadang di momen tersebut. Untuk itu, kami sangat mendukung desain kota terutama di Jalan Sudirman. Yang jelas, kita tidak melupakan sejarah dan terus menggali sejarah tersebut,”terang Ramlan. 

Sedangkan, Ar. Fachmy Sugih Pradifta, ST, MT selaku Koordinator Tim Perancangan Konsep Pengembangan Kawasan Pilot Area Kota Bukittinggi memaparkan ICP-CD Kota Bukittinggi. Dimana,m kawasan koridor Jalan Sudirman sebagai kawasan strategis sosial budaya berdasarkan RTRW. 
“Kawasan kota lama Koridor Jalan Sudirman dijadikan Pilot Area ICP-CD ini. Disana, kita bisa buat narasi sejarah atau ruang publik dalam konsep Herritage Trail. Konsep itu masuk ke Sudirman Timeline. Untuk itu, kami ingin menerima masukan-masukan melalui Rakorda ini. Sehingga dapat menjadi catatan bagi kami untuk tahap selanjutnya,”kata Fachmy. 
Sambutan juga disampaikan Kabid. Perencanaan Strategis dan Evaluasi Kinerja, Pusat Pengembangan Wilayah Nasional Kementerian PU RI, Dr. Mangapul Nababan. Untuk diskusi dan tanya jawab yang diikuti peserta rapat dipandu oleh Kepala Dinas PUPR Kota Bukittinggi Rahmat AE.

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kajian city profile, city economy, dan city needs terhadap Kawasan Kota Lama di Koridor Jalan Sudirman dengan luas kawasan perancangan konsep yaitu 57,40 ha. Kegiatan ini merupakan program National Urban Development Program (NUDP) bekerjasama dengan Kementerian PUPR dengan dukungan dana dari Bank Dunia. 

Daerah-daerah di Indonesia yang terpilih untuk dijadikan sampel dalam penyusunan design konsep perencanaan kota terpadu adalah Kota Bukittinggi, Kabupaten Belitung, Kabupaten Mempawah, Kota Samarinda, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kota Gorontalo, Kabupaten Morowali, Kabupaten Konawe, Wedha-Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Sorong. (t)

Komentar0

Type above and press Enter to search.