GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Podcast “Sisi Lain Ashpen” Kupas Upaya Dinas P3APPKB Bukittinggi dalam Perlindungan Perempuan dan Anak


Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, didampingi oleh Veronika Cynthia Dewi dari UPTD PPA Dinas P3APPKB, terus gencar melakukan sosialisasi terkait perlindungan perempuan dan anak. Kali ini, sosialisasi tersebut dikemas dalam bentuk podcast yang dipandu oleh Zulfamiadi di program “Sisi Lain Ashpen Bukittinggi”, pada Rabu (6/8/2025).

Bukittinggi MataJurnalist.com_Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, menjadi narasumber dalam podcast Sisi Lain Ashpen Jalan Tabek Tuhua no Simpang Panganak, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada hari Rabu (6/8/2025) bersama Veronika Cynthia Dewi dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi.

Podcast ini dipandu oleh Zulfamiadi, host Sisi Lain Ashpen, yang membahas upaya Dinas P3APPKB Bukittinggi dalam melindungi perempuan dan anak dari ancaman kekerasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kota Bukittinggi, Nauli Handayani mengungkapkan bahwa edukasi yang dilakukan selama ini menunjukkan hasil yang cukup baik. 

“Alhamdulillah, meskipun jumlah laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat, ini justru menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin berani melapor. Dulu, banyak korban yang memilih diam karena takut atau malu. Sekarang mereka sudah berani bersuara dan mencari perlindungan,” jelasnya.

Menurut data yang diterima, korban kekerasan di Kota Bukittinggi didominasi oleh perempuan, sementara sebagian besar pelaku adalah laki-laki. Jenis kekerasan yang paling sering ditangani meliputi kekerasan psikologis seperti intimidasi dan ucapan yang menekan korban, disusul oleh kekerasan fisik serta kekerasan seksual. Tidak jarang, satu korban mengalami lebih dari satu bentuk kekerasan sekaligus, katanya.

Nauli menegaskan pentingnya edukasi untuk memutus “lingkaran setan” kekerasan. “Kami ingin pola kekerasan itu berhenti. Edukasi menjadi kunci agar masyarakat berani melapor dan mau mengambil langkah pencegahan. Mari kita putus rantai kekerasan mulai dari keluarga sendiri,” tegasnya.

Selain penanganan kasus, Dinas P3APPKB juga gencar melakukan pencegahan, antara lain melalui kampanye kesadaran di sekolah, pembinaan aktivis perlindungan perempuan dan anak, serta pelatihan keterampilan untuk perempuan rentan, termasuk pelatihan memasak. 
Foto Direktur Utama Ashpen Zulfamiadi dengan Humas Ashpen Roni Novendra bersama Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Nauli Handayani, didampingi oleh Veronika Cynthia Dewi dari UPTD PPA Dinas P3APPKB Rabu (6/8/2025).

“Jika orang tua nyaman berdialog dengan anak, maka anak pun akan lebih terbuka bercerita. Ini salah satu langkah penting dalam mencegah kekerasan,” tambah Nauli.

Dalam kesempatan yang sama, Veronika Cynthia Dewi dari UPTD PPA menyampaikan bahwa pihaknya menangani semua kasus kekerasan yang terjadi di Kota Bukittinggi, termasuk jika korbannya merupakan warga dari luar kota. 

“Kami tetap memberikan layanan awal dan kemudian berkoordinasi dengan pihak provinsi bila diperlukan,” jelas Veronika.

Dinas P3APPKB juga menyediakan layanan pengaduan baik secara langsung maupun online. Masyarakat dapat menghubungi nomor layanan darurat 24 jam di 0877-7764-6430 atau nomor nasional 129. Selain itu, terdapat sanggar kelurahan dan unit penanganan kasus di sekolah-sekolah untuk memperkuat jejaring perlindungan anak dan perempuan di tingkat akar rumput, ucapnya.

Pada akhir podcast, Nauli memberikan closing statement dengan menyampaikan, "Perlindungan anak dan perempuan adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak boleh ada lagi perbedaan dalam memperlakukan laki-laki dan perempuan. Mari kita saling berkolaborasi," tutup Nauli Handayani.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.