ITBHAS Bukittinggi, Lakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Bukittinggi MataJurnalist.com_Institut Teknologi dan Bisnis H. Agus Salim (ITBHAS) Kota Bukittinggi menggelar Kuliah Umum sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu (4/10/2025) di gedung Triarga Istana Bung Hatta Bukittinggi dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P.
Rektor ITBHAS, Yulihasri, dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa saat ini ITBHAS memiliki lima program studi, yakni Magister Manajemen (S2), S1 Manajemen, S1 Akuntansi, D3 Akuntansi, serta Digital Bisnis.
Khusus untuk Program Magister Manajemen, mayoritas mahasiswanya berasal dari kalangan ASN dari berbagai daerah seperti Bukittinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Pasaman, dan daerah lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap ITBHAS semakin berkontribusi dalam mencetak SDM unggul yang siap bersaing di era global,” ujar Yulihasri.
Sebelum pelaksanaan kuliah umum, dilakukan penandatanganan MoU antara ITBHAS dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kesepakatan ini membuka peluang bagi mahasiswa ITBHAS untuk melaksanakan program magang di berbagai instansi pemerintahan di 19 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
Kuliah umum disampaikan langsung oleh Gubernur Mahyeldi dan dipandu oleh Direktur ITBHAS, Dr. Helmi Ali, ME, selaku moderator. Dalam materinya, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan spiritual, intelektual, dan moral.
“Ranah Minang memiliki sejarah panjang melahirkan para tokoh bangsa. Orang Minang dikenal sebagai pejuang dan penyelamat dalam perjalanan NKRI. Spirit historis ini harus terus kita warisi,” tegas Mahyeldi.
Ia menambahkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya lahir dari kekuatan fisik, tetapi juga karena keteguhan iman dan akhlak para pejuang. Oleh sebab itu, Mahyeldi mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan tiga hal penting dalam dirinya, iman, akhlak, dan zikir.
“Ilmu tanpa iman bisa membawa kesesatan. Kemajuan zaman sebesar apa pun tidak boleh membuat kita meninggalkan nilai spiritual. Untuk menyambut Indonesia Emas 2045, SDM kita harus disiapkan mulai sekarang, bukan hanya cerdas tetapi juga berkarakter,” tutupnya.
Terpantau awak media di lapangan, pengujung kuliah umum, pada saat itu diakhiri dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan Gubernur Sumbar.***
Pewarta : sutan mudo

Komentar0