GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Tim V Safari Ramadhan Kunjungi Masjid Nurul Yakin Bukik Cangang, Serap Aspirasi Jamaah

 

Sambutan Ketua TIM Safari Ramdhan, Kapolresta Bukittinggi, Ruly Indra Wijayanto, yang disampaiakan oleh Nur Hasra .

Bukittinggi MataJurnalist.com_hari ketiga kegiatan Safari Ramadhan, Tim V Pemerintah Kota Bukittinggi melaksanakan kunjungan ke Masjid Nurul Yakin Bukik Cangang pada Senin (2/3/2026) malam.

Tim V Safari Ramadhan yang diketuai oleh Kapolresta Bukittinggi dan diwakili oleh Kasat, hadir bersama 25 anggota yang terdiri dari unsur DPRD, SKPD, LKAAM, Forkopimda, serta awak media. Turut hadir Lurah Bukik Cangang, Ketua Pengurus Masjid Kasmiruddin, dan jamaah setempat.

Sambutan pemerintah disampaikan oleh Nur Hasra yang mewakili Ketua Tim. Dalam kesempatan tersebut, Nur Hasra memaparkan visi, misi, serta sejumlah program Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah dan sedang dilaksanakan. Ia menegaskan bahwa Safari Ramadhan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga untuk menjemput aspirasi masyarakat.

“Semoga pertemuan malam ini menjadi berkah dan mempererat silaturahmi kita,” ujar Nur Hasra.

Ia juga menyampaikan visi Bukittinggi Gemilang dan Berbudaya, salah satunya melalui program Surau Gemilang yang akan dihadirkan di Kota Bukittinggi. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan beribadah sekaligus menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi para musafir.

Dalam pemaparannya, Nur Hasra menjelaskan lima misi Wali Kota Bukittinggi periode 2025–2029, yakni meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing global, berakhlak dan berbudaya, membangun perekonomian yang berkeadilan, mengembangkan sarana dan prasarana secara terpadu, ramah lingkungan dan inklusif, memperkuat sistem perlindungan sosial yang berkeadilan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Sejumlah program yang telah direalisasikan di antaranya pemberian perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, khusus warga Kota Bukittinggi. Selain itu, pemerintah juga menuntaskan pembangunan SD 08 Cimpago Ipuh yang sebelumnya terbengkalai, melakukan penataan kota dan perbaikan lampu penerangan jalan, serta menyalurkan 555 paket bantuan sosial berupa sembako bagi lansia, penyandang disabilitas, dan fakir miskin.

Pemerintah juga memberikan bantuan usaha ekonomi, serta menyalurkan 280 alat bantu, termasuk 24 unit kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan.

Khusus selama bulan Ramadhan, Pemko Bukittinggi memberikan bantuan sebesar Rp9 juta kepada masing-masing dari 50 masjid di Kota Bukittinggi untuk honorarium mubaligh atau penceramah. Sementara itu, sebanyak 86 mushalla juga menerima bantuan honorarium sebesar Rp7,5 juta per mushalla selama Ramadhan, dengan rincian Rp250 ribu per orang.

Pemerintahan Kota Bukittinggi Melalui TIM V Safari Ramadhan, salurkan bantuan secara simbolis senilai Rp 9 juta, untuk honorarium mubaligh atau penceramah pada bulan Ramadhan. 

Nur Hasra menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun daerah. Diperlukan sinergi antara pemerintah, DPRD, serta dukungan penuh masyarakat.

“Semua program ini hanya dapat berjalan dengan kolaborasi dan kebersamaan,” tutupnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Pengurus Masjid Kasmiruddin mengingatkan jamaah untuk selalu berhati-hati saat meninggalkan rumah guna melaksanakan ibadah, memastikan alat listrik dan kompor gas dalam kondisi aman.

Pada sesi tanya jawab, Kasmiruddin menyampaikan beberapa aspirasi masyarakat, di antaranya persoalan kabel-kabel listrik yang semrawut di kawasan Bukik Cangang yang dinilai membahayakan. Ia menyebutkan bahwa laporan telah disampaikan ke pihak PLN, namun belum ada realisasi hingga saat ini.

Selain itu, jamaah juga mempertanyakan bantuan honorarium untuk penceramah BKMT, semoga bisa dianggarkan.

Keluhan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi tepi ngarai di salah satu titik pinggir jalan yang dinilai sangat berbahaya akibat longsor yang terjadi sebelumnya. Jamaah berharap pemerintah dapat segera mencari solusi, seperti pemasangan pagar pengaman atau pembangunan tembok penahan untuk mencegah risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak, ucap Jamaah.

Menanggapi hal tersebut, Staf Ahli Pemko Bukittinggi, Melfi Abra, menyampaikan bahwa seluruh masukan akan dibawa dan dibahas lebih lanjut di tingkat pemerintah kota.

Terkait kawasan tepi ngarai, ia menjelaskan bahwa secara kajian sumber daya manusia, area tersebut memang tidak direkomendasikan untuk dihuni dalam radius sekitar 50 hingga 100 meter dari bibir ngarai. Namun, karena sudah terlanjur ditempati warga, proses penanganannya memerlukan kajian dan langkah yang matang.

Jamaah menegaskan bahwa yang diharapkan bukanlah relokasi, melainkan solusi pengamanan seperti pembangunan pagar atau tembok penahan agar longsor tidak semakin meluas dan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, tetap terjamin, pungkasnya.***

Pewarta : Sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.