GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Lima Warga Tertimbun Longsor di Pincuran Tujuah, Empat Selamat dan Satu Masih Dalam Pencarian

 

Tanah Datar MataJurnalist.com_ Pencarian terhadap satu warga yang masih tertimbun akibat longsor di Nagari Pincuran Tujuah, Kecamatan Batipuah, Tanah Datar, terus berlangsung hingga Senin (1/12/2025).Hal ini terpantau langsung oleh awak media MataJurnalist.com di lokasi kejadian.

Longsor terjadi pada Kamis (27/11/2025) dan menimbun lima warga yang tengah melakukan gotong royong membersihkan material longsor pertama yang menutup jalan. Empat warga berhasil diselamatkan, sementara satu warga masih hilang hingga hari ini.

Tim Gabungan Masih Berjibaku di Lapangan, Upaya pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari SAR Provinsi Sumbar, BPBD Tanah Datar, Damkar Tanah Datar, TNI, Polri, Satgas Nagari, serta masyarakat setempat. 

Camat Batipuah, Rifka Akbar, saat diwawancarai di lokasi menyampaikan bahwa pencarian baru bisa dimulai pada Jumat, karena pada Kamis sore material longsor masih bergerak dan membahayakan.

“Pada Kamis itu terjadi longsor kecil yang menutup jalan. Warga kemudian bergotong-royong untuk membersihkannya. Namun saat kegiatan berlangsung, longsor susulan terjadi dan menimpa lima orang. Tiga orang berhasil dievakuasi pada hari kejadian, satu lagi diselamatkan kemudian, dan satu orang masih dalam pencarian hingga saat ini,” ujar Rifka saat di wawancarai usai menerima bantuan dari Ashpen Bukittinggi.

Banyak Titik Longsor, Akses Warga Terputus. Selain Pincuran Tujuah, longsor juga terjadi di Jorong Gunung Bungsu, dengan sedikitnya empat titik yang menyebabkan badan jalan terban. Akibatnya, akses dari Gunung Bungsu menuju Tambangan tidak dapat dilalui sama sekali.

Retakan tanah juga ditemukan di kawasan Gunung Bungsu dan mengancam rumah warga yang berada di tepi tebing. Warga telah diminta untuk mengungsi demi mencegah risiko yang lebih besar.

Jumlah warga terdampak dengan musibah ini, Pincuran Tujuah sebanayak 173 jiwa, Gunung Bungsu 132 jiwa, dan Ladang Laweh Subarang Luak berjumlah 195 jiwa yang saat ini terisolasi akibat akses terputus

Sebagian besar warga telah dievakuasi ke tempat pengungsian yang lebih aman, seperti masjid, kantor pemuda, serta rumah warga yang tidak terdampak.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa, Bencana ini tidak hanya memutus akses dan mengancam keselamatan warga, tetapi juga memukul roda perekonomian setempat. Harga bahan kebutuhan pokok meroket.

“Harga cabai sudah mencapai Rp200 ribu per kilogram, dan beras satu karung yang biasanya Rp150 ribu kini menjadi Rp190 ribu,” jelas Camat Rifka.

Meski demikian, bantuan logistik dari pemerintah daerah, nagari tetangga, dan para donatur terus berdatangan. Persediaan bahan makanan pokok di posko pengungsian disebut masih aman dan dikelola dengan sistem distribusi yang teratur.

Kebutuhan mendesak pengungsi saat ini meliputi kasur, selimut, serta fasilitas listrik di salah satu titik pengungsian yang masih padam.

Ancaman Pergerakan Tanah dan Pohon Tumbang. Dari delapan nagari di Kecamatan Batipuah, tujuh di antaranya terdampak bencana ini. Tiga nagari tercatat mengalami dampak paling signifikan, yakni: Nagari Batipuah Baruah, Nagari Gunuang Rajo, dan Nagari Kubu Tanjung

Di Nagari Kubu Tanjung, tepatnya di Padang Kunyik, terjadi pergerakan tanah yang menyebabkan rumah warga terbelah tanpa adanya gempa. Warga pun telah diungsikan ke tempat lebih aman, ucapnya.

Sementara itu Walinagari Afdal menyampaikan bahwa total terdapat 449 jiwa pengungsi dari tiga jorong,  Subarang Luak sebanyak  44 KK, Gunung Bungsu 55 KK, dan Pincuran Tujuah sebanyak 64 KK.

Pengungsi tersebar di tiga lokasi utama diantaranya  Jorong Gunung Bungsu, Jorong Pincuran Tujuah, dan Jorong Ladang Laweh Subarang Luak.

Dari lima korban longsor di Pincuran Tujuah, empat telah diselamatkan dan dirawat. Tiga di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara satu korban masih menjalani perawatan intensif karena mengalami patah tulang di bagian kaki dan tangan, katanya.

"Hari ini mulai tercium bau yang mengarah ke lokasi jenazah korban yang belum ditemukan. Namun visualnya masih belum terlihat, pencarian terus dilanjutkan oleh tim gabungan yang bekerja tanpa henti," ungkap Afdal.***

Pewarta : sutan mudo 



Komentar0

Type above and press Enter to search.