Bukittinggi MataJurnalist.com_Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Capacity Building dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat pada 14–15 Januari 2026 di Balcone Hotel.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Fungsional Analis Kebijakan Ahli Pertama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, S. Khaizer Pradana, serta Analis Kantor Pusat Bank Indonesia dan Analis Sistem Pembayaran Non Tunai KPw BI Sumbar, Didi Aswadi.
Dalam pemaparannya, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis berharap kabupaten dan kota di Sumatera Barat dapat menjadi Champion Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tahun 2025, sekaligus mampu berbagi pengalaman dan praktik terbaik kepada daerah lain yang belum mencapai hasil optimal dalam pengendalian inflasi.
Ia menekankan bahwa optimalisasi regulasi dan kebijakan keuangan daerah menjadi kunci utama dalam meningkatkan kinerja TPID di masing-masing daerah.
“Regulasi dan kebijakan keuangan daerah perlu dioptimalkan agar hasil yang dicapai lebih maksimal,” ujar Ibnu Asis.
Sementara itu, Didi Aswadi, Analis Sistem Pembayaran Non Tunai KPw BI Sumbar, menjelaskan bahwa pendampingan dalam pengisian indeks TPID yang melibatkan Kemenko Perekonomian RI dan Bank Indonesia diharapkan mampu mendorong kabupaten dan kota di Sumbar meraih predikat Champion TPID.
Menurutnya, pencapaian tersebut membutuhkan konsistensi serta komitmen kuat dari seluruh pemerintah daerah di Ranah Minang agar dapat bersaing dan menunjukkan kinerja terbaik dalam penilaian TPID.
Di sisi lain, S. Khaizer Pradana, selaku Fungsional Analis Kebijakan Ahli Pertama Kemenko Perekonomian RI sekaligus narasumber, menyampaikan dukungan terhadap percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui digitalisasi, khususnya pascabencana di Sumatera Barat.
Ia menjelaskan bahwa digitalisasi seluruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pengisian indeks TPID akan memberikan gambaran nyata mengenai upaya dan capaian masing-masing daerah.
“Dengan mendigitalisasi seluruh PAD dan pengisian indeks, potret effort serta capaian setiap daerah dapat diketahui secara lebih jelas,” pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0