Bukittinggi, MataJurnalist.com_Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mereka di kantor DPRD Kota Bukittinggi dua hari lalu. Aksi tersebut berisi kritik dan masukan terkait satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dan Ibnu Asis.
Hal itu disampaikan Syaiful Efendi saat ditemui di Bukittinggi pada Minggu (8/3/2026) sore. Ia menilai aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan masukan yang bersifat konstruktif demi kemajuan kota Bukittinggi ke depan.
“Masukan dari mahasiswa tentu kita apresiasi, karena sifatnya membangun untuk perkembangan Kota Bukittinggi ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syaiful menilai aksi tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap kota Bukittinggi, apalagi dilakukan di tengah bulan suci Ramadan. Menurutnya, demonstrasi atau unjuk rasa tidak seharusnya selalu dipandang sebagai sesuatu yang negatif, ucapnya.
“Jangan dipahami bahwa unjuk rasa itu sesuatu yang negatif. Demonstrasi merupakan salah satu instrumen dalam menyampaikan aspirasi. Selama mahasiswa menyampaikannya dengan cara yang baik, tidak melakukan tindakan anarkis ataupun merusak fasilitas, tentu hal itu merupakan bagian dari proses demokrasi,” jelasnya.
Sebuah kritik dan masukan yang disampaikan mahasiswa juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan Bukittinggi selama satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Ramlan–Ibnu.
Menurutnya, masukan tersebut justru menjadi dorongan atau motivasi bagi pemerintah daerah agar dapat bekerja lebih maksimal dalam menjalankan program serta merealisasikan janji-janji politik yang disampaikan saat masa kampanye.
“Masukan dan kritik itu sangat berharga. Hal tersebut bisa menjadi cambuk sekaligus nutrisi bagi pemerintah daerah agar bekerja lebih maksimal dalam menjalankan program pembangunan,” katanya.
Syaiful kembali menegaskan agar aksi mahasiswa tidak ditanggapi secara negatif oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Ia menilai, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap kemajuan kota.
“Intinya, jangan dipahami sebagai sesuatu yang negatif. Ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap Kota Bukittinggi,” pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0