GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Libur Lebaran Masih Panjang, Libur Ke Desa Wisata Aja, Ga Macet

 

Foto Istimewa 

Bukittinggi MataJurnalist.com_ Sumatera Barat memiliki keindahan alam dan tradisi, seni dan budaya yang mempesona. Mulai dari pandangan mata ke perbukitan yang menawan hingga pantai yang eksotis, Sumatera Barat menawarkan beragam pilihan tempat wisata dan daya tarik dengan segala magnet yang menyertainya.

Daya tarik wisata di Sumatera Barat semakin lengkap dengan keberadaan desa wisata/kampung wisata yang masih sangat kental menjaga kelestarian budaya dan tradisi masa lalu yang masih bertahan hingga saat ini. Pengunjung yang datang ke desa wisata/kampung wisata di Sumatera Barat akan terpesona dengan keindahan alam dan keramah tamahan masyarakat setempat. Wisatawan dapat merasakan pengalaman dengan segala sensasi yang autentik, sembari menikmati dan belajar tentang budaya lokal dan tradisi yang masih terjaga.

Sumatera Barat memiliki jumlah desa wisata yang sangat banyak, tercatat sekitar 561 hingga 580 desa wisata berdasarkan data di laman Jadesta Kemenparekraf dan data di laman Sisparnas 2024-2026. Jumlah ini menjadikan Sumatera Barat salah satu propinsi dengan jumlah desa wisata terbanyak di Indonesia, seringkali menempati posisi kedua tertinggi secara nasional setelah Jawa Timur. 

Semenjak Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif menggelar perhelatan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2021, 2022, 2023, 2024 dan pada tahun 2025 dengan Wonderful Indonesia Award, pengembangan desa wisata menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam rangka melakukan penguatan pelestarian nilai nilai budaya dan tradisi lokal. Selain sebagai upaya pelestarian, program pengembangan desa wisata di harapkan menjadi pendorong perkembangan ekonomi bagi masyarakat di kawasan desa wisata/kampung wisata.

Dalam proses perkembangannya, desa wisata dikategorikan kepada empat klasifikasi, yaitu, desa wisata rintisan, desa wisata berkembang, desa wisata maju dan desa wisata mandiri. Klasifikasi rintisan ditujukan kepada desa yang memiliki potensi namun belum dilakukan upaya pengembangan. Kemudian, klasifikasi berkembang diberikan kepada desa wisata yang potensinya telah dikembangkan dan mulai tercipta aktivitas ekonomi.

Selanjutnya, klasifikasi maju diberikan untuk desa wisata yang telah memiliki sarana prasarana memadai serta keberadaanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Terakhir, klasifikasi mandiri diberikan kepada desa wisata yang telah mampu berinovasi mengembangkan pariwisatanya dan mampu memasarkan secara digital. Di Sumatera Barat desa wisata/kampung wisata mayoritas berada pada level desa wisata rintisan.

Liburan ke desa wisata/kampung wisata, tentu akan memberikan pengalaman dan kenangan tersendiri yang tak akan terlupakan. Lalu ada apa di desa wisata ?

DAYA TATIK DAN PRODUK WISATA.

Desa wisata memiliki daya tarik wisata yang kuat, seperti keindahan alam, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal. Daya tarik ini dikemas dan dipadukan dengan produk wisata yang menarik, seperti produk UMKM, suvenir, kriya, dan fesyen. 


KULINER

Soal selera makanan, Sumatera Barat memiliki cita rasa yang sangat kaya dengan aneka makanan tradisional yang sangat beragam. Aneka makanan tradisional yang autentik tentu bisa didapatkan didesa wisata/kampung wisata. Dengan menggunakan bumbu dan rempah alami, serta dibuat dengan sepenuh hati, menjadikan hidangan ini akan memberikan kepuasan tersendiri bagi wisatawan.    

AKOMODASI DAN FASILITAS

Mengunjungi desa wisata dengan menginap, tentu dapat merasakan sensasi bermalam di homestay. Homestay didesa wisata sangat beragam, mulai dari tidur di rumah gadang, rumah lama yang masih terawat, dan berbagai sarana akomodasi lainnya seperti camping ground atau glamping. Hal ini tentu beriringan dengan berbagai fasilitas umum seperti toilet, air bersih, tempat sampah, sarana ibadah yang bersih tentunya.

TATA KELOLA DAN SUMBERDAYA MANUSIA

Desa wisata dikelola oleh masyarakat/penduduk setempat, bukan oleh pemerintah, namun tetap mendapatkan pendampingan dari pemerintah. Keramah tamahan, sopan santun yang dimiliki oleh masyarakat di pedesaan/perkampungan akan memberikan pengalaman tersendiri bagi para wisatawan. Disamping itu dengan dibeberapa desa wisata juga sudah memiliki sistem pengelolaan (tata kelola) dan sumberdaya manusia yang mumpuni.


ATRAKSI WISATA 

Berkunjung ke desa wisata, tentu tidak hanya melihat segala keindahan alamnya, namun juga dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang menarik dan edukatif. Disamping itu dibeberapa desa wisata juga sudah ada yang menyediakan paket wisata mulai dari sehari di desa wisata hingga beberapa hari tinggal didesa wisata. Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat menikmati dan mendapatkan edukasi tentang berbagai produk ekonomi kreatif. 

Bagi pengelola desa wisata/kampung wisata seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan penduduk setempat, libur lebaran ini adalah momentum untuk menghadirkan wisatawan. Lalu apa saja yang perlu di siapkan oleh pengelola desa wisata? diantaranya adalah lokasi daya tarik wisata yang bersih dan rapi, berbagai produk ekonomi kreatif yang daapat dibeli oleh wisatawan. Akomodasi yang nyaman, bersih dan rapi. Fasilitas umum yang bersih dan rapi. Sistem tata kelola yang terukur diiringi dengan keterlibatan pengelola dengan sumberdaya manusia yang mumpuni.

Berikutnya adalah traksi wisata yang beragam, bisa di wujudkan dalam berbagai paket wisata yang dapat di tawarkan melalui aktivitas promosi yang kuat. Kemudian resiliensi yaitu sistem pengelolaan sampah yang baik dan manajemen risiko keselamatan serta kesehatan bagi pengunjung. Pelayanan yang ramah dan prima kepada wisatawan akan memberi pengalaman dan sensasi tersendiri bagi wisatawan. 

Disamping itu pengelola desa wisata juga perlu membuat berbagai langkah strategis agar wisatawan kecewa, seperti, pelayanan yang tidak ramah dan tidak professional. Harga produk dan makanan yang tidak masuk akal. Sarana dan prasarana (fasilitas) yang tidak memadai. Tidak sampai disitu, pengelola juga mesti memperhatikan aspek resiliensi yaitu system pengelolaan sampah yang baik dan manajemen risiko keselamatan serta kesehatan bagi pengunjung. 

Jika desa wisata/kampung wisata dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan menghindari hal-hal yang dapat membuat wisatawan kecewa, maka desa wisata tersebut akan menjadi pilihan utama bagi wisatawan untuk menghabiskan libur panjang lebaran.

Bagi wisatawan, berkunjung ke desa wisata/kampung wisata tentu tidak hanya sekedar menikmati liburan, namun secara tidak langsung telah turut serta menggerakkan perekonomian desa/kampung menjadi lebih baik. 

Penulis : Moch Abdi 

  • Tim Pemberdayaan dan Pengembangan Desa Wisata Propinsi Sumatera Barat.
  • Ketua Pusat Pengembangan Desa Wisata Kreatif Fakultas Pariwisata UM Sumatera Barat

Komentar0

Type above and press Enter to search.