Bukittinggi, MataJurnalist.com_SMA Swasta Pembangunan Bukittinggi menutup kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H/2026 M pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Generasi Milenial yang Qur’ani dan Berakhlak Mulia” ini dilaksanakan di pelataran sekolah, Kompleks Asrama Kodim 0304/Agam.
Penutupan kegiatan dihadiri oleh Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah I Sumatera Barat yang diwakili oleh Pengawas Satuan Pendidikan Titi Handayani, Kepala SMAS Pembangunan Lili Nasrita, Wakil Kepala Sekolah sekaligus Kepala Kesiswaan Ananda Silfia, serta majelis guru dan seluruh siswa-siswi SMAS Pembangunan Bukittinggi.
Kepala SMAS Pembangunan, Lili Nasrita, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan ini dimulai sejak 23 Februari 2026 dan berlangsung selama kurang lebih 18 hari sebelum akhirnya ditutup pada hari ini, katanya.
“Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 120 peserta. Dari jumlah tersebut, kami memilih 10 peserta terbaik berdasarkan penilaian menyeluruh, mulai dari keaktifan dalam kegiatan hingga kehadiran,” ujar Lili.
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan kegiatan para peserta dibagi ke dalam 10 kelompok. Setiap kelompok dibimbing oleh satu orang guru sebagai pembina. Dari seluruh kelompok tersebut, satu kelompok peserta semuanya perempuan.
Sementara itu, Pengawas Satuan Pendidikan Cabdin Wilayah I Sumatera Barat, Titi Handayani, dalam sambutannya saat menutup kegiatan menyampaikan bahwa Pesantren Ramadhan merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan bagi generasi muda.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menggali potensi sekaligus membentuk karakter siswa. Hal ini juga sejalan dengan falsafah Minangkabau, adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, yang harus benar-benar melekat di setiap satuan pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini para siswa dapat memperkuat nilai religius, meningkatkan kemandirian, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai generasi muda yang kelak akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.
Titi juga memberikan apresiasi kepada SMA Swasta Pembangunan Bukittinggi yang telah melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik serta memberikan motivasi kepada para siswa.
“Semoga para siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Sebab, kecerdasan tanpa karakter yang kuat tidak akan memberi manfaat yang besar,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ananda Silfia. Ia menjelaskan bahwa penentuan 10 peserta terbaik dilakukan melalui proses penilaian yang komprehensif.
“Ada sekitar 10 aspek yang menjadi penilaian, di antaranya akidah, Al-Qur’an, fiqih, akhlak, sejarah Islam, kesehatan, kamtibmas, hingga kegiatan kontemplasi,” jelasnya.
Selain itu, setiap hari para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan rutin seperti shalat Duha berjamaah, setor hafalan Al-Qur’an, serta evaluasi dan ujian akhir kegiatan. Kehadiran, kedisiplinan, sikap, dan etika peserta juga menjadi bagian penting dalam penilaian.
“Dari seluruh rangkaian penilaian tersebut, akhirnya terpilih 10 peserta terbaik yang kami berikan penghargaan berupa parsel Lebaran sebagai bentuk apresiasi,” pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo



Komentar0