GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Stok Darah PMI Bukittinggi Menipis Selama Ramadan, Posko Kesehatan Disiapkan Sambut Lebaran

Posko PMI di Pedestrian Jam Gadang Bukittinggi 

Bukittinggi, MataJurnalist.com_stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasa selama bulan Ramadan. Berkurangnya jumlah pendonor yang datang menjadi salah satu penyebab menipisnya stok darah di kota wisata Bukittinggi.

Ketua PMI Kota Bukittinggi, Chairunnas, menyampaikan hal tersebut saat dihubungi awak media pada Sabtu (14/3/2026) siang. Ia menjelaskan bahwa setiap tahun jumlah pendonor cenderung menurun selama Ramadan karena banyak masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Pada bulan Ramadan biasanya jumlah pendonor yang datang memang berkurang. Banyak yang mempertimbangkan kondisi kesehatan karena sedang berpuasa,” ujarnya.

Meski demikian, PMI Bukittinggi tetap berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoperasikan mobil unit donor darah yang melayani masyarakat pada malam hari setelah salat Isya, di jalan sudirman depan PLN Bukittinggi.

Mobil unit donor tersebut dijadwalkan beroperasi setiap akhir pekan, khususnya pada Jumat, Sabtu, dan Minggu malam, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin tetap mendonorkan darahnya selama Ramadan.

“Jika ada kebutuhan yang mendesak, kami juga akan menghubungi para pendonor sukarela yang selama ini sudah terdaftar di PMI. Insyaallah kebutuhan darah tetap akan kami upayakan terpenuhi, meskipun saat ini stok memang menipis,” kata Chairunnas.

Ia berharap setelah Ramadan berakhir, partisipasi masyarakat untuk mendonorkan darah kembali meningkat sehingga persediaan darah di PMI Bukittinggi dapat kembali normal.

“Mudah-mudahan setelah Ramadan stok darah kita kembali stabil seiring meningkatnya kembali jumlah pendonor,” tambahnya.

Selain itu, dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri, PMI Kota Bukittinggi juga kembali membuka posko pelayanan kesehatan bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan para perantau yang datang ke kota tersebut selama Ramadan hingga masa libur Lebaran.

Chairunnas menjelaskan bahwa posko kesehatan tersebut mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Posko utama ditempatkan di kawasan pedestrian Jam Gadang yang menjadi pusat keramaian di Kota Bukittinggi.

“PMI Kota Bukittinggi secara rutin membuka posko pelayanan kesehatan untuk masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun para pemudik yang datang ke Bukittinggi. Mudah-mudahan kehadiran posko ini membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas di pusat keramaian,” ujarnya.

Selain di kawasan Jam Gadang, PMI Bukittinggi juga menyiagakan relawan di beberapa titik strategis lainnya. Para relawan akan bertugas secara mobile di sejumlah lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat.

Beberapa titik tersebut di antaranya kawasan Terminal Aur Kuning, serta sejumlah objek wisata populer seperti Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Panorama Bukittinggi, dan Lubang Jepang, terutama mulai H+1 Lebaran.

Menurut Chairunnas, keberadaan posko kesehatan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus pelayanan cepat bagi pengunjung, wisatawan, maupun perantau yang datang ke Bukittinggi selama masa libur Lebaran.

“Kami siap memberikan pertolongan pertama di pusat-pusat keramaian. Khusus di posko Jam Gadang, PMI juga menyediakan ruangan khusus bagi ibu menyusui agar lebih nyaman,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh PMI Bukittinggi sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap sektor pariwisata Kota Bukittinggi, pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.