GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Sungai Batang Bangkit, Menata Ulang Pesona Wisata Pasca Bencana


Jorong Labuah Sungai Batang Agam, Daya Tarik tersendiri Bagi Wisatawan,  pasca Musibah Lonsor November 2025 yang lalu.

Agam MataJurnalist.com_Pasca musibah galodo dan longsor yang terjadi pada 27 November 2025 lalu, upaya membangkitkan kembali potensi wisata daerah terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan familiarization trip (famtrip) yang digelar di kawasan Sungai Batang, Kabupaten Agam. Kegiatan ini melibatkan sejumlah pegiat pariwisata dan agen perjalanan untuk mengeksplorasi kembali keindahan alam serta kekayaan budaya yang dimiliki wilayah tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak menyusuri aliran Sungai Batang yang tetap memancarkan pesona alaminya. Meski masih terlihat bebatuan dan kayu-kayu sisa longsor, keasrian lingkungan, udara yang sejuk, serta kehidupan masyarakat yang sarat tradisi menjadi daya tarik utama dalam perjalanan ini.

Kegiatan turut dihadiri oleh Camat Sungai Batang Arfinus, Wali Nagari Ahsin Dt. Bandaro Kayo, unsur KAN Dt. Majo Lelo, Parik Paga Jorong Labuah Sutan Bagindo, Ketua Pokdarwis Kabupaten Agam H. Djafar, Ketua Pokdarwis Sungai Batang Heris, Kabid Pengembangan Destinasi dan Daya Tarik Wisata Kabupaten Agam Desi Fitria, serta para wali jorong dan undangan lainnya.

Selain menikmati panorama alam, peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Mereka diperkenalkan pada kearifan lokal, mulai dari kuliner khas hingga aktivitas tradisional yang masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar Sungai Batang.

Kegiatan famtrip yang dimotori oleh Bank Indonesia melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEK) dalam program penguatan ekosistem halal, khususnya pengembangan wisata ramah muslim. 

Manager Kelompok Pemberdayaan Usaha Syariah Bank Indonesia, Anisa Elma Nabila, menjelaskan bahwa Sungai Batang dipilih sebagai pilot project karena memiliki potensi alam dan budaya yang kuat serta peluang besar untuk berkembang.

Parik Paga, pertunjukan Foto jorong labuah kepada peserta Famtrip Sungai Batang (28/4/2026), sebelum kejadian dan usai kejadian seperti saat ini.

“Kami melihat Sungai Batang memiliki potensi yang lengkap, baik dari sisi alam maupun budaya. Harapannya, melalui pembinaan dan pelatihan, kawasan ini dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan narasi atau storytelling dalam pengembangan destinasi wisata. Menurutnya, setiap tempat memiliki sejarah dan cerita yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga untuk mendapatkan pengalaman. Karena itu, perlu ada penguatan pada aspek pengalaman agar mereka membawa kesan yang mendalam,” tambahnya.

Di Sumatera Barat, Sungai Batang menjadi salah satu fokus pembinaan DEK Bank Indonesia dalam pengembangan desa wisata berbasis syariah.

Hal senada disampaikan Ketua Enhai Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Bandung, Sumayardi, yang bekerja sama dengan DEK BI dalam pengembangan desa wisata ramah muslim melalui penguatan Pokdarwis. Ia menilai Sungai Batang memiliki nilai lebih, salah satunya sebagai kampung kelahiran ulama besar Buya Hamka.

“Selain nilai sejarahnya, Sungai Batang juga masih mempertahankan keaslian budaya Minangkabau. Rumah gadang dan kehidupan masyarakatnya mencerminkan identitas budaya yang kuat,” jelasnya.

Dalam pengembangannya, Bank Indonesia tidak hanya memberikan dukungan fisik, tetapi juga menyiapkan sumber daya pengelola melalui Pokdarwis. Selain itu, konsep dan produk wisata yang akan ditawarkan kepada wisatawan juga terus dipersiapkan secara bertahap.

Agen perjalanan wisata MoU sebagai bentuk komitmen mendukung pengembangan objek wisata Sungai Batang pasca bencana 2025.

Sebanyak 12 agen perjalanan wisata turut menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen mendukung pengembangan objek wisata Sungai Batang pasca bencana 2025.

Parik Paga Jorong Labuah, Sutan Bagindo, menyampaikan bahwa kegiatan famtrip ini bertujuan untuk memperkenalkan Sungai Batang sebagai salah satu destinasi unggulan. Ia berharap publikasi yang dihasilkan peserta dapat meningkatkan daya tarik kawasan ini di tingkat nasional hingga internasional.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Sungai Batang, Heris, menegaskan komitmen masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berbasis alam dan budaya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Sungai Batang memiliki potensi besar. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menarik minat wisatawan,” ungkapnya.

Salah satu peserta famtrip dari travel agent PT Jejak Pesona Wisata, M. Subari, mengaku terkesan dengan keindahan dan keaslian kawasan Sungai Batang. Menurutnya, destinasi ini memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Sungai Batang dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas daerah, pumgkasnya.***

Pewarta : sutan mudo 


Komentar0

Type above and press Enter to search.