GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

139 Siswa SMK Farmasi YIB Bukittinggi Dilantik dan Diambil Sumpah, Tiga Raih Predikat Lulusan Terbaik

Foto para lulusan, bersama Ketua Yayasan, Kacabdin, Kepala Sekolah SMK Farmasi Imam Bonjol beserta para Tamu Undangan, usai Acara pelantikan pengambilan Sumpah, Kamis (7/5/2026).

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Farmasi Yayasan Imam Bonjol (YIB) Bukittinggi kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak 139 siswa angkatan ke-61 Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dilantik dan diambil sumpahnya, kegiatan digelar di Balai Sidang Bung Hatta, Hotel Monopoli Bukittinggi, Kamis (7/5/2026).

Dalam momentum tersebut, tiga siswa berhasil meraih predikat lulusan terbaik angkatan ke-61. Terbaik pertama diraih oleh Najwa Hanum dengan nilai rata-rata 92,73, terbaik kedua diraih Natasya Amanda dengan nilai rata-rata 92,67, dan terbaik ketiga diraih May Zhola Anatasya dengan nilai rata-rata 92,32.

Acara dihadiri Ketua Yayasan Imam Bonjol Adi Irwan Azhari, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kasi SMK Cabang Dinas Wilayah I Sumatera Barat Dra. Mirawati, Korwas SMA, SMK dan SLB Mukhrizal, Walikota Bukittinggi yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Emil Achir, pengurus Yayasan Imam Bonjol, pengurus Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Bukittinggi, alumni SAA, SMF dan SMK Farmasi YIB, para orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.

Pembacaan Pengambilan Sumpah Kelulusan oleh Kepala Sekolah SMK Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi Yurnetti, dan diikuti oleh semua para lulusan.

Kepala SMK Farmasi YIB Bukittinggi, Dra. Yurnetti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh siswa dinyatakan lulus 100 persen berdasarkan hasil Nilai Sumatif Satuan Pendidikan dan Uji Kompetensi Keahlian.

“Sebanyak 139 siswa yang terdiri dari 12 laki-laki dan 127 perempuan dinyatakan lulus 100 persen. Ini merupakan bukti nyata bahwa pembelajaran berbasis kompetensi yang dijalani selama tiga tahun membuahkan hasil yang gemilang,” ujar Yurnetti.

Ia menambahkan, para lulusan telah melalui proses pembelajaran dan praktik kompetensi kefarmasian secara menyeluruh, sehingga siap terjun ke dunia kerja sebagai tenaga asisten kefarmasian.

“Selama tiga tahun mereka telah membuktikan kemampuan melalui ujian sekolah dan uji kompetensi keahlian di bidang kefarmasian. Seluruh lulusan saat ini siap pakai karena telah dibekali keterampilan melalui praktik lapangan,” katanya.

Tiga Para Lulusan mendapatkan Penghargaan berupa Uang Tunai 6 ratus Ribu - 1 Juta Rupiah,  dari SMK Faramsi, diserahkan lansung oleh Kepala Sekolah Yirnetti,  didampingi Ketua PAFI dan Ketua Alumni SMK Farmasi YIB.

Menurut Yurnetti, SMK Farmasi YIB bukan sekadar lembaga pendidikan formal, tetapi telah menjadi institusi pendidikan kesehatan yang berkiprah selama lebih dari 60 tahun di Kota Bukittinggi dan melahirkan ribuan tenaga kesehatan di bidang kefarmasian.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah suci bagi kami. Peminat SMK Farmasi bukan hanya dari Sumatera Barat, tetapi juga berasal dari Jambi, Bengkulu, Medan hingga Pekanbaru. Bahkan sebelum penerimaan siswa baru dibuka, kami sudah mendapatkan empat kelas pendaftar,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa SMK Farmasi YIB telah menerapkan delapan standar pendidikan nasional dan sejak bergabung di bawah Dinas Pendidikan pada 2011, sekolah tersebut telah banyak meraih penghargaan di berbagai bidang.

“Para alumni saat ini telah banyak mengabdi di instansi pemerintah maupun swasta. Bahkan banyak lulusan yang sudah ditawarkan bekerja sebelum tamat. Namun kami juga berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tetap menjaga nama baik almamater,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Yurnetti menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada SMK Farmasi YIB Bukittinggi.

“Terima kasih kepada orang tua, para guru dan seluruh panitia pelaksana. Semoga semua yang kita lakukan menjadi amal ibadah bagi kita bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Imam Bonjol Bukittinggi, Drs. Adi Irwan Azhari, menyampaikan bahwa alumni SAA, SMF dan SMK Farmasi Imam Bonjol kini telah mencapai lebih dari 6.400 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Alumni kita telah banyak berkecimpung di dunia farmasi, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Dra. Mirawati, dalam sambutannya menekankan pentingnya kejujuran dan karakter dalam menjalankan profesi kefarmasian.

“Ilmu pengetahuan itu penting, tetapi karakter dan kejujuran harus selalu dijaga. Profesi ini bukan profesi yang main-main karena menyangkut nyawa manusia,” katanya.

Pelepasan status jadi Siswa SMK Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi oleh Kepala Sekolah Yurnetti.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus mengejar cita-cita dan menjaga nama baik sekolah.

“Setiap tahun SMK Farmasi Imam Bonjol selalu meluluskan siswa yang berkualitas dan kompeten. Teruslah belajar dan jangan berhenti mengembangkan diri,” pesannya.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Emil Achir, mengajak para lulusan untuk terus meningkatkan budaya membaca dan literasi.

“Jangan berhenti sampai di sini. Kembangkan budaya membaca dan budaya literasi. Bermimpilah untuk menjadi sukses, jangan takut gagal, dan teruslah bekerja keras,” pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo


Komentar0

Type above and press Enter to search.