Suasana Views Objek Wisata Panorama Baru Bukittinggi.
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Objek wisata Panorama Baru yang terletak di kawasan Kuriman, Jalan Pabidikan, Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), menjadi salah satu destinasi menarik di Kota Bukittinggi. Tempat ini dikelola langsung oleh pemuda-pemudi setempat dengan konsep wisata berbasis masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Indra Erizon Dt Panduko Rajo, selaku tokoh masyarakat sekaligus Humas Objek Wisata Panorama Baru, saat diwawancarai awak media pada 3 Mei 2026, dilokasi.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan Panorama Baru adalah biaya masuk yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp10.000 per orang, serta fasilitas parkir yang diberikan secara gratis kepada pengunjung.
“Permasalahan yang sering muncul di objek wisata di Sumatera Barat biasanya terkait parkir. Namun di sini, kami gratiskan parkir dan hanya mengenakan tiket masuk Rp10 ribu,” ujarnya.
Dari segi kunjungan, Panorama Baru cukup diminati wisatawan. Pada hari biasa, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang per hari. Sementara pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu, angka kunjungan bisa meningkat hingga sekitar 1.000 orang per hari.
Pengelolaan objek wisata ini sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat setempat, khususnya warga RW 1 Kuriman Puhun. Para pekerja didominasi oleh pemuda-pemudi kampung setempat yang turut berperan aktif dalam operasional harian. Bahkan, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, jumlah petugas pengamanan pada akhir pekan bisa mencapai hingga 100 orang, katanya.
Indra Erizon Dt Panduko Rajo, selaku tokoh masyarakat sekaligus Humas Objek Wisata Panorama Baru.
Indra juga menambahkan, pihak pengelola membuka peluang bagi pihak luar yang ingin memberikan bantuan, selama tidak bersifat mengikat. “Jika ada bantuan yang sifatnya lepas dan tidak mengikat, tentu sangat kami harapkan untuk pengembangan ke depan,” jelasnya.
Menariknya, para pedagang yang berjualan di dalam kawasan wisata tidak dikenakan biaya sewa atau pungutan apapun. Hal ini karena seluruh pedagang merupakan warga setempat, sehingga pengelolaan benar-benar berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal.
Tidak hanya fokus pada pengembangan wisata, pengelola juga memiliki kepedulian sosial. Mereka rutin memberikan bantuan kepada fakir miskin serta para lansia yang sudah tidak mampu bekerja secara fisik.
“Sebagian dari hasil yang kami dapatkan, kami salurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya orang tua yang sudah tidak bisa bekerja lagi,” pungkas Indra.***
Pewarta : sutan mudo



Komentar0