GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Dua Kebakaran Beruntun di Bukittinggi, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Peristiwa kebakaran hebat terjadi dua kali dalam satu hari di Kota Bukittinggi pada Jumat (01/05), mengakibatkan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Selain itu, proses pemadaman berlangsung cukup lama akibat besarnya kobaran api dan keterbatasan sumber air.

Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 12.15 WIB di kawasan Bukit Apit. Insiden ini menghanguskan satu unit rumah permanen dan satu rumah panggung milik warga. Belum lama berselang, kebakaran kedua yang jauh lebih besar kembali terjadi sekitar pukul 15.45 WIB di kawasan Tarok, tepatnya di sekitar Jalan Sutan Syahrir dan Jalan Hafiz Jalil.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bukittinggi, Joni Feri, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mengalami kendala saat proses pemadaman.

“Kami sempat kehabisan stok air setelah kebakaran pertama, sehingga harus mengambil tambahan air ke Tabek Gadang. Pada kebakaran kedua, puluhan toko dari dua bangunan ruko besar serta warung warga ikut terbakar,” ujarnya.

Kebakaran di Tarok menjadi insiden paling parah, dengan api cepat merambat ke bangunan pertokoan tiga lantai. Berdasarkan data sementara, sedikitnya empat unit rumah semi permanen, 10 unit warung, dan tujuh unit ruko tiga lantai hangus dilalap api, katanya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian material diperkirakan sangat besar. Beruntung, sebagian barang dagangan masih sempat diselamatkan oleh pemilik toko dengan bantuan warga sekitar, meski kondisi saat itu diwarnai kepanikan dan cuaca gerimis.

Proses pemadaman melibatkan sekitar 100 personel pemadam kebakaran dari berbagai daerah di Sumatera Barat, termasuk Bukittinggi, Agam, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Kota Solok, dan Kabupaten Solok. Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru. Upaya ini turut dibantu oleh personel TNI, Polri, serta masyarakat setempat.

Sejumlah bangunan yang terdampak antara lain Klinik Tasqi yang juga merupakan rumah pemilik, toko perlengkapan bayi dan anak Diva, toko pakaian Free N Style, serta Bukit Karya Teknik. Selain itu, deretan warung permanen dan semi permanen di sepanjang Jalan Hafiz Jalil diduga menjadi titik awal api sebelum merembet ke bangunan lainnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, turut hadir di lokasi untuk memantau langsung proses pemadaman serta memberikan dukungan moril kepada para korban terdampak. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang.

Pantauan di lapangan pada Sabtu, 2 Mei 2026, di lokasi kejadian menunjukkan para pemilik toko, rumah dan kedai tempat mereka berusaha tarpantau, bersama saudara dan anggota keluarga mereka bergotong royong membersihkan berkas-berkas serta puing-puing yang tersisa akibat kebakaran. 

Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha menyelamatkan dokumen penting yang masih bisa digunakan, sekaligus merapikan area yang terdampak.

Suasana di lokasi tampak dipenuhi keprihatinan, namun juga semangat kebersamaan. Meski diliputi rasa duka atas kerugian yang dialami, para korban tetap saling membantu dan berupaya bangkit untuk memulai kembali usaha mereka.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.