GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

47 Pelajar Sekolah Teknik Terengganu Malaysia Studi Banding ke Sumatera Barat, Terpesona Budaya dan Kemandirian Siswa Minang



Bukittinggi, MataJurnalist.com_Sebanyak 47 orang rombongan dari Sekolah Menengah Teknik Terengganu (SMTT), Malaysia, melakukan kunjungan studi banding ke Sumatera Barat. Rombongan tersebut terdiri dari 39 pelajar dan 8 guru pendamping yang seluruhnya berasal dari jurusan teknikal (kejuruan) dengan rata-rata usia siswa sekitar 16 tahun.

Wakil Kepala Sekolah SMTT, Cekgu Samihah Salleh, mengatakan bahwa sebagian besar peserta baru pertama kali mengunjungi Sumatera Barat. Bahkan, ada di antara para siswa yang untuk pertama kalinya naik pesawat dan pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia, katanya.

“Rata-rata mereka belum pernah datang ke Sumatera Barat. Ada yang pertama kali naik pesawat, pertama kali ke Indonesia, dan tentu pertama kali ke Bukittinggi. Sebagian mungkin pernah ke daerah lain seperti Bandung atau Pulau Jawa bersama keluarga, tetapi ke Sumatera Barat ini merupakan pengalaman baru bagi kebanyakan siswa,” ujar Samihah saat di konfirmasi, Sabtu (20/6/2026) 

Menurutnya, ini merupakan kali ketiga dirinya membawa rombongan pelajar berkunjung ke Bukittinggi. Samihah mengaku selalu tertarik datang ke Ranah Minang karena keindahan alamnya yang sejuk, keramahan masyarakatnya, serta kekayaan kuliner yang sangat sesuai dengan selera masyarakat Melayu Malaysia.

“Kami suka datang ke Sumatera Barat kerana alamnya nyaman dan makanannya sangat sedap. Masakan Minang memang terkenal, sekali mencuba rasanya tidak puas dan ingin datang lagi,” ungkapnya.

Dalam kunjungan yang berlangsung selama lima hari empat malam dari 16 -20 Juni 2026, para peserta melakukan studi banding ke dua sekolah kejuruan di Sumatera Barat, yakni SMK Negeri 2 Padang Panjang (SMEKDA) dan SMK Negeri 3 Payakumbuh. Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada sistem pendidikan, budaya belajar, serta kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Samihah menilai kunjungan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga bagi para peserta. Ia melihat adanya semangat kemandirian yang tinggi di kalangan pelajar Indonesia.

“Di Malaysia, pendidikan banyak ditanggung oleh kerajaan atau pemerintah. Sementara di Indonesia, kami melihat banyak pelajar yang lebih mandiri, mempunyai jati diri yang kuat dan semangat berusaha yang tinggi. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak kami,” katanya.

Kemudian Ia juga mengatakan bahwa Malaysia seharusnya mampu lebih cemerlang karena telah mendapatkan dukungan besar dari pemerintah dalam bidang pendidikan.

Selain menjadi sarana studi banding, program ini juga bertujuan memperluas wawasan siswa mengenai pentingnya pengembangan keterampilan non-akademik serta mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.

“Program ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan sistem pendidikan di Sumatera Barat serta meningkatkan hubungan internasional antara Indonesia dan Malaysia,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMTT Cikgu Nor Rashidah, Cikgu Naimah selaku Guru Kimia, serta staf administrasi sekolah Shafinaz mengaku sangat senang dapat berkunjung ke Sumatera Barat dan menikmati suasana Kota Bukittinggi untuk pertama kalinya.

“Kami sangat terkesan dengan keindahan alam, keramahan masyarakat serta kekayaan budaya yang ada di Sumatera Barat,” ujar mereka.

Perasaan senang juga disampaikan oleh beberapa siswa peserta kunjungan, di antaranya Muhammad Ilyas Izz Yusha Bin Afnifarizal, Wafa, dan Ainaa Asyikin. Mereka mengaku memperoleh pengalaman baru yang sangat berharga selama berada di Ranah Minang.

Menariknya, kunjungan kali ini menjadi salah satu tugas terakhir bagi Samihah sebelum memasuki masa pensiun. Ia mengungkapkan bahwa dirinya akan mengakhiri masa pengabdiannya dalam waktu 51 hari lagi.

“Ini mungkin lawatan terakhir saya dalam tugas rasmi sebagai wakil kepala sekolah. Namun selepas bersara nanti, jika diperlukan, saya tetap bersedia membantu dan berkongsi pengalaman,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan PT Pesona Jejak Wisata, Subari, menyampaikan rasa bangga dan syukurnya dapat menjadi bagian dari program pertukaran pendidikan tersebut. Menurutnya, kunjungan seperti ini memiliki peran penting dalam membangun jembatan budaya dan pendidikan antara kedua negara serumpun.

“Kami sangat senang dapat membawa rombongan ini ke Ranah Minang. Semoga kunjungan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa dan guru, tetapi juga membuka peluang berbagi pengetahuan yang memperkaya dunia pendidikan,” kata Subari saat dihubungi melalui WhatsApp.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh peserta memperoleh pengalaman yang berkesan selama berada di Sumatera Barat.

“Kami berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia serta memperluas jaringan pendidikan internasional melalui pertukaran budaya dan pengalaman belajar yang positif,” pungkasnya.***

Pewarta ; sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.