Bukittinggi, MataJurnalist.com_Menyikapi masih rendahnya hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Sumatera Barat, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah I Sumatera Barat mengumpulkan para kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB di bawah naungannya dalam sebuah pertemuan yang digelar di Bukittinggi, Jumat sore (19/6/2026).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumbar, Willia Zuwerni, S.Pd., M.Si, mengatakan pertemuan ini bertujuan mencari solusi dan strategi untuk meningkatkan capaian nilai TKA di masa mendatang.
"Pada sore ini kami mengumpulkan para kepala sekolah di bawah wilayah kerja Cabdin Wilayah I. Memang tidak semua dapat hadir karena kegiatan dilaksanakan pada sore hari," ujar Willia Zuwerni saat diwawancarai sebelum kegiatan berlangsung.
Menurutnya, Cabdin Wilayah I sengaja menghadirkan Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D untuk memberikan masukan, pandangan, dan ide-ide strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta hasil TKA di Sumatera Barat.
"Kami mengundang bapak Prof. Fasli untuk memberikan berbagai masukan dan gagasan dalam rangka meningkatkan capaian nilai TKA ke depan. Saat ini hasil TKA kita masih tergolong rendah sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan bersama," katanya.
Para kepala sekolah akan mendapatkan pembahasan mengenai langkah-langkah konkret, strategi pembelajaran, serta penguatan manajemen sekolah agar hasil TKA pada tahun-tahun mendatang dapat meningkat sesuai harapan.
Sementara itu, usai menjadi narasumber dalam dialog pendidikan pada saat itu, Prof. Dr. H. Fasli Jalal, Ph.D, yang juga menjabat sebagai Ketua Minang Diaspora Network Global (MDNG), di dampingi Bendahara MDNG Yeni Halim, mengatakan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, orang tua, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
"Kami berdialog dengan Cabdin dan para kepala sekolah mengenai berbagai faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan. Tujuannya adalah bagaimana menghasilkan peserta didik yang lebih baik, baik dari sisi keimanan, ketakwaan, kesehatan, kreativitas, maupun karakter," ujarnya.
Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia periode 2010–2011 itu menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai akademik semata, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang inovatif, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi.
"Dari kreativitas akan lahir inovasi. Kita ingin anak-anak menjadi pribadi yang mandiri, mampu menciptakan peluang kerja dan tidak hanya bergantung pada pekerjaan yang tersedia. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan perubahan cara pandang dan kerja keras dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan," jelasnya.
Menurut Fasli Jalal, kualitas pendidikan Indonesia memang menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut masih belum secepat negara-negara lain sehingga berbagai upaya pembenahan harus terus dilakukan.
Setiap sekolah saat ini telah memiliki rapor pendidikan yang dapat dijadikan dasar evaluasi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing satuan pendidikan, termasuk dalam capaian TKA.
"Terkait hasil TKA yang masih rendah, pemerintah pusat telah melakukan kajian untuk melihat titik-titik kelemahan dan kelebihannya. Setiap sekolah sudah memiliki rapor pendidikan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Dari sana sekolah dapat melihat mata pelajaran mana yang perlu ditingkatkan dan aspek apa yang masih perlu diperbaiki," katanya.
Fasli menekankan bahwa peningkatan hasil TKA memerlukan komitmen bersama dari guru, kepala sekolah, pengawas, dinas pendidikan, pemerintah daerah, hingga DPRD. Dukungan seluruh pihak tersebut sangat menentukan keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa MDNG siap membantu dunia pendidikan di Sumatera Barat dengan menghadirkan narasumber dan pakar yang memahami secara mendalam hasil TKA serta strategi peningkatan kualitas pembelajaran.
"Kami dari MDNG akan membantu dengan menghadirkan para ahli yang memahami hasil TKA dan berbagai pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah," ujarnya.
Di akhir kegiatan, para peserta diharapkan dapat membawa hasil diskusi ke sekolah masing-masing sebagai bahan evaluasi dan dasar penyusunan program peningkatan mutu pendidikan, sehingga capaian TKA serta kualitas lulusan di Sumatera Barat dapat terus meningkat pada masa mendatang, pungkas Fasli.***
Pewarta : sutan mudo



Komentar0