GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Rumah Literasi Ashpen Bukittinggi Tampil Kreatif di IMLF Ke-4, Siap Gelar Lomba Puisi dan Monolog


Foto kunjungan Ummi Harneli Mahyeldi, istri Gubernur Sumbar ke stand pameran Rumah Literasi Ashpen di Istana Bung Hatta (5/6) 

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Rumah Literasi Ashpen Kota Bukittinggi turut ambil bagian dalam kegiatan Pameran/Bazar Buku dan Merchandise pada International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 yang berlangsung di Istana Bung Hatta (Gedung Tri Arga), Bukittinggi, pada 4–6 Juni 2026.

Ketua Rumah Literasi Ashpen Bukittinggi, Trisno Edward, S.S., menjelaskan bahwa lembaga tersebut sebelumnya bernama Rumah Baca Ashpen yang dibentuk pada Agustus 2025.

“Pada awalnya kami melaksanakan kegiatan literasi dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Proklamator Bung Hatta dan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Tabiang Barasok Bukik Apik. Kegiatan tersebut menampilkan berbagai kreativitas seperti pembacaan puisi, monolog, bercerita, dan aktivitas literasi lainnya yang juga melibatkan anak-anak binaan LAZ Ashpen Bukittinggi,” ujar Edward didampingi Sekretaris Rumah Literasi Ashpen, Denia Auliya, Senin (8/6).

Menurut Edward, seiring perkembangan organisasi, Rumah Baca Ashpen kemudian bertransformasi menjadi Rumah Literasi Ashpen. Perubahan nama tersebut dilakukan untuk memperluas ruang gerak organisasi dalam mengakomodasi berbagai aktivitas literasi yang lebih beragam dan inovatif.

“Kami ingin gerakan literasi ini berkembang lebih luas, fleksibel, dan dekat dengan masyarakat. Karena itu, kami fokus mengembangkan literasi dalam bentuk aksi nyata, kegiatan kreatif, dan berbagai event yang tidak hanya bertumpu pada satu bidang tertentu,” jelasnya.

Sejak berdiri, Rumah Literasi Ashpen telah melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya Lomba Bertutur dalam rangka peringatan Isra Mikraj, Safari Literasi Ramadan bekerja sama dengan LAZ Ashpen, Diskusi dan Launching Film Jerit bersama Sanggar Seni Sibro, serta berpartisipasi dalam produksi film Tamparan.

Selain itu, Rumah Literasi Ashpen juga memproduksi program video Tutur Inspiratif yang mengangkat objek dan peninggalan sejarah di Kota Bukittinggi melalui kanal YouTube Ashpen TV. Berbagai program lain yang telah dilaksanakan antara lain Tour Mendongeng Edukatif ke sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan di Bukittinggi dan sekitarnya bersama pendongeng Kak Dyah dari Muaro Bungo, Provinsi Jambi, serta Podcast Literasi yang menghadirkan anak-anak berprestasi sebagai narasumber.

“Dalam waktu dekat, kami berencana menggelar Lomba Baca Puisi bertema Bukittinggi Kota Perjuangan dan Lomba Monolog Berbahasa Minang tingkat SD se-Kota Bukittinggi dan sekitarnya pada 21 Juni mendatang. Kami mengundang seluruh siswa SD untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” tambah Edward.

Sementara itu, Sekretaris Rumah Literasi Ashpen, Denia Auliya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Ansharullah Peduli Negeri yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberlangsungan berbagai program literasi yang dijalankan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Ansharullah Peduli Negeri di bawah pimpinan Bapak Zulfamiadi dan Ibu Sefti Juniza atas dukungan yang diberikan kepada Rumah Literasi Ashpen, termasuk dukungan untuk mengikuti Pameran/Bazar Buku dan Merchandise IMLF ke-4 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi di Istana Bung Hatta,” ungkap Denia.

Denia yang juga dikenal sebagai novelis muda berbakat menuturkan bahwa selama pelaksanaan pameran, Stand Rumah Literasi Ashpen mendapat perhatian dan kunjungan dari berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat sekaligus istri Gubernur Sumbar, Ummi Harneli Mahyeldi, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, Sekretaris LKAAM Sumbar, delegasi dari berbagai negara peserta IMLF ke-4, kaligrafer internasional Prof. Yusuf Liu dari Malaysia, para siswa, santri, serta pengunjung lainnya.

“Para tamu yang datang memberikan apresiasi terhadap kreativitas yang ditampilkan Rumah Literasi Ashpen. Apalagi kami juga berkolaborasi dengan Sanggar Seni Sibro pimpinan Om Ivan Sibro dalam produksi film Jerit yang terinspirasi dari buku Yatim karya Bapak Zulfamiadi serta film Tamparan. Rumah Literasi Ashpen hadir dengan konsep yang berbeda, yakni lebih mengedepankan aksi, kreativitas, dan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat,” terangnya.

Di sisi lain, Ketua/Pendiri Yayasan Ansharullah Peduli Negeri sekaligus Direktur Utama Ashpen, Zulfamiadi, S.HI., menyampaikan apresiasi atas capaian dan semangat yang ditunjukkan Rumah Literasi Ashpen dalam mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat.

“Rumah Literasi Ashpen telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam meramu impian dan mewujudkannya menjadi berbagai program nyata. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada Rumah Literasi Ashpen untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan IMLF ke-4,”ujarnya.

Menurut Zulfamiadi, Ashpen berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi, sekaligus mendukung terwujudnya visi Bukittinggi Gemilang.

“Kami ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat sekaligus membantu membangun mental health generasi penerus bangsa. Selamat dan sukses untuk Rumah Literasi Ashpen. Semoga terus berkarya, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo/rel



Komentar0

Type above and press Enter to search.