Bukittinggi, MataJurnalist.com_Minimnya lahan parkir di Kota Bukittinggi, terutama saat musim liburan dan akhir pekan, kembali menjadi perhatian. Kondisi tersebut dinilai sering menyulitkan wisatawan maupun masyarakat yang berkunjung ke pusat kota untuk mendapatkan tempat parkir.
Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Komisi III,Dede Suriady Harahap, mengusulkan agar kawasan tersebut yang saat ini dinilai kurang terawat dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkir terpadu. Menurutnya, pemanfaatan lahan tersebut akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan dibiarkan terbengkalai.
Hal itu disampaikan Dede kepada awak media sebelum mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Bukittinggi, Senin (3/8/2026).
Menurut Dede, pembangunan di Kota Bukittinggi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, seperti gedung dan sekolah, tetapi juga harus memperhatikan penataan kawasan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Dede menjelaskan bahwa kawasan Stasiun Lambuang pada awalnya diharapkan menjadi salah satu barometer perkembangan kota. Namun, dalam pelaksanaannya tidak semua pedagang bersedia menempati lokasi tersebut sehingga kawasan itu belum berkembang sesuai harapan.
"Harus ada timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat. Kalau sama-sama bekerja sama, tentu program bisa berjalan dengan baik. Namun, setelah sekitar dua tahun berjalan, kawasan itu belum memberikan hasil yang maksimal," ujarnya.
Foto Stasiun Lambuang terkini, Selasa Siang, (4/8/2026).Dede menilai Pemerintah Kota Bukittinggi perlu mempertimbangkan pemanfaatan kembali kawasan tersebut mengingat letaknya yang sangat strategis, berada di dekat Lapangan Kantin dan berada di jalur utama kota.
"Kalau pemerintah mau, karena Bukittinggi ini kota yang kecil, kawasan itu sangat layak dijadikan tempat parkir. Kalau memungkinkan, sebagian lagi bisa dimanfaatkan sebagai lokasi berdagang yang ditata dengan baik," katanya.
Menurutnya, lokasi tersebut dapat menampung kendaraan roda empat, termasuk bus pariwisata, sehingga dapat mengurangi kendaraan yang selama ini parkir di badan jalan utama. Selain memperlancar arus lalu lintas, keberadaan parkir tersebut juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Tentu semua harus melalui perhitungan bersama pemerintah daerah. Tidak semuanya dijadikan tempat parkir. Sebagian bisa menjadi lahan parkir, sementara sebagian lagi ditata sebagai tempat berjualan. Dengan begitu, masyarakat bisa parkir di dalam kawasan sekaligus berbelanja, sehingga aktivitas ekonomi juga tumbuh," pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo



Komentar0