Bukittinggi, MataJurnalist.com_Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Asril SE, memfasilitasi pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, fasilitasi pelatihan UMKM Bukittinggi dan Agam, dorong produk naik kelas dan go digital, hal ini terlihat saat kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat ini berlangsung selama dua hari, Minggu–Senin (27–28 Juli 2025), di UPTD BPPP Disbuntanhort Provinsi Sumbar Bukittinggi.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pokok-pokok pikiran (Pokir) Asril yang fokus pada pengembangan sektor UMKM di daerah pemilihannya. Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Angkatan V ini dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala PLUT KUMKAM Sumbar, Niko Primadona, SE, dan diikuti sekitar 70 pelaku UMKM dari Kota Bukittinggi dan Agam. Kegitan juga dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Bukittinggi, Mihendrik.
Dalam sambutan , Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala PLUT KUMKAM Sumbar, Niko Primadona menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha.
“Di era digitalisasi, pelaku usaha harus memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan platform online lainnya. Tidak perlu memiliki toko fisik di lokasi strategis, karena berjualan dari rumah pun bisa menjangkau pasar yang luas,” ujarnya.
Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga diharapkan dapat memperkuat sektor ekonomi kreatif yang mendukung sektor pariwisata. Mengingat Bukittinggi dan Agam merupakan destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat, keberadaan UMKM yang berkualitas dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan, ucap Niko.
Asril, yang merupakan anggota Komisi II DPRD Sumbar dari Partai NasDem, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan program yang konsisten digulirkan.
“Ini sudah angkatan kelima. Angkatan pertama untuk pelaku usaha kopi, angkatan kedua peternak madu, angkatan ketiga pelaku sablon, angkatan keempat rumah makan dan katering, dan sekarang angkatan kelima fokus pada pelaku usaha souvenir. Harapan saya, pelaku UMKM bisa naik kelas dan lebih kompetitif,” jelas Asril.
Pada kesempatan itu, Ia juga mendorong para peserta untuk aktif berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi dalam usaha yang dijalankan.
“Kita dorong agar UMKM ini terus tumbuh. Jangan hanya berhenti di pelatihan, tetapi terapkan ilmu yang didapat, berinovasi, dan saling mendukung,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Asril menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Dengan pelatihan ini, saya berharap pelaku usaha dapat meningkatkan kualitas produk, memperkuat manajemen bisnis, dan memanfaatkan peluang digital untuk pemasaran,” ujarnya.
“Kami ingin UMKM di Bukittinggi dan Agam tidak hanya bertahan, tetapi berkembang, berinovasi, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Asril.
Sebagai tindak lanjut, pada bulan Agustus 2025 mendatang akan kembali dilaksanakan pelatihan khusus kelembagaan bagi 30 pelaku UMKM yang terpilih dari 70 peserta yang mengikuti pelatihan saat ini, dengan demikian mari ikuti Bimtek ini secara serius dan aktif dalam diskusi, pungkas Asril .***
Pewarta : sutan mudo
Komentar0