GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

MPA Jamarsingsia UIN Bukittinggi Gelar Seminar Kebencanaan, Dorong Generasi Muda Tangguh Bencana

 

Foto Istimewa

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Jamarsingsia UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada Sabtu (7/3/2026) lalu menggelar seminar kebencanaan bertema “Satu Langkah Siaga, Seribu Langkah Selamat.”

Kegiatan terbuka untuk umum, organisasi mahasiswa, serta Mahasiswa Pencinta Alam (MPA/Mapala) se-Sumatera Barat. Seminar tersebut diikuti oleh sebanyak 47 peserta yang terdiri dari mahasiswa, aktivis pecinta alam, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan.

Ketua MPA Jamarsingsia, Rodiatus Syafitri, menyampaikan bahwa beberapa organisasi Mapala turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Mapala Mahameru, Mapala Unisbar, Mapala Ekaduga, dan Mapala Kadupa Ungu. Selain itu, peserta juga berasal dari masyarakat umum serta organisasi kemahasiswaan di lingkungan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Kegiatan seminar dibuka secara resmi oleh Hardiansyah Fadli, S.E.I., M.E., selaku pembina MPA Jamarsingsia UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi tema yang diangkat dalam seminar tersebut.

Menurutnya, kepedulian terhadap kebencanaan harus menjadi komitmen generasi muda saat ini. Ia menegaskan bahwa generasi milenial memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kemanusiaan serta membentuk deklarasi generasi muda yang tangguh terhadap bencana.

Ia juga menyoroti bahwa tingkat kejadian bencana di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya dengan dampak kerugian yang cukup besar. Berbagai bencana seperti gempa bumi, letusan gunung api, kebakaran, banjir, dan tanah longsor masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan iklim global serta deforestasi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan kondisi tersebut, MPA Jamarsingsia UIN Bukittinggi merasa penting untuk menyelenggarakan seminar kebencanaan sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap potensi bencana.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Nur Aisa, menyampaikan bahwa seminar ini menghadirkan Reynaldo, seorang penggiat sekaligus praktisi kebencanaan di Sumatera Barat, sebagai narasumber utama.

Reynaldo diketahui aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kebencanaan, baik bersama BPBD Kota Bukittinggi, BPBD Sumatera Barat, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bukittinggi, maupun dalam pengelolaan kawasan Geopark Sianok–Maninjau.

Dalam pemaparannya, Reynaldo menjelaskan sejumlah materi penting, di antaranya mengenai terminologi bencana, perspektif pengurangan risiko bencana, serta peran strategis generasi muda dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia.

Kemudian Reynaldo, menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi penting sebagai agent of change atau agen perubahan dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana. 

Generasi muda diharapkan mampu menjadi role model dalam kesiapsiagaan bencana, memiliki kemampuan respon awal saat terjadi bencana, serta dapat memberikan advokasi terhadap program Kampus Tangguh Bencana atau Kampus Siaga Bencana.

Lebih lanjut, Reynaldo berharap kegiatan seminar ini dapat meningkatkan kapasitas generasi muda dalam berbagai aspek kebencanaan, mulai dari kemampuan menyerap dan menyebarluaskan informasi, kemampuan mencegah serta mengurangi risiko bencana, hingga kemampuan beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan kearifan lokal.

Selain itu, generasi muda juga diharapkan mampu memberikan respon yang cepat dan tepat terhadap berbagai potensi bahaya, serta memiliki kemampuan untuk bangkit dan memulihkan diri dengan cepat setelah terjadinya bencana.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap generasi muda Indonesia benar-benar menjadi generasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana,” pungkas Reynaldo.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.