GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Dugaan Penganiayaan Sopir DPRD Bukittinggi Saat Kunker di Muaro Bungo, Ketua DPRD Sebut Hanya Kesalahpahaman


Foto Istimewa  

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan adanya dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang anggota DPRD Kota Bukittinggi terhadap sopir DPRD. Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi di Muaro Bungo, Jambi, pada Rabu (25/2/2026), sesaat setelah waktu berbuka puasa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, insiden itu terjadi ketika sejumlah anggota DPRD Kota Bukittinggi tengah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) atau studi tiru di bidang perhubungan dan pemadaman kebakaran ke wilayah Muaro Bungo.

Akibat kejadian tersebut, seorang sopir DPRD berinisial IL dilaporkan mengalami luka dan pendarahan di bagian kepala. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit di Muaro Bungo untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah setempat, IL dikabarkan telah kembali ke hotel tempat rombongan menginap.

Informasi yang beredar menyebutkan, insiden bermula dari perselisihan komunikasi atau kesalahpahaman antara korban dan salah seorang anggota DPRD Kota Bukittinggi berinisial IY. Dalam kabar yang berkembang, IY diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban dengan menggunakan benda tumpul berbahan besi yang diduga merupakan kunci roda mobil, hingga menyebabkan luka di bagian kepala korban.

Kegiatan kunjungan kerja tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPRD dan perwakilan SKPD Pemerintah Kota Bukittinggi. Beberapa nama yang disebut hadir antara lain Syaiful Effendi, Dedi Fatria, Jon Edward, Ibra Yaser, Beny Yusrial, Andre Kresna Saputra, serta Sekretaris Dewan Hendri.

Saat dikonfirmasi pada Jumat pagi (27/2/2026), Ketua DPRD Bukittinggi, Syaiful Effendi, membenarkan adanya insiden antara salah seorang anggota DPRD dan sopir DPRD. Namun, ia membantah adanya unsur penganiayaan.

“Memang benar terjadi cekcok antara salah seorang anggota DPRD dengan sopir DPRD Bukittinggi. Namun bukan penganiayaan, melainkan miss komunikasi kesalah pahaman yang berujung pada pertengkaran,” ujarnya.

Syaiful menambahkan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara internal. Kedua belah pihak disebut telah sepakat untuk berdamai melalui proses mediasi yang dilakukan secara kekeluargaan.

“Intinya, masalah ini sudah dimediasi dan diselesaikan secara damai,” pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.