Agam, MataJurnalis.com_Peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Agam, tepatnya di Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, pada Kamis (2/4/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari anggota DPRD Kabupaten Agam, Alber, kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Ia membenarkan adanya kejadian tersebut saat dikonfirmasi.
“Benar, telah terjadi kebakaran pada sore ini sekitar pukul 17.30 WIB,” ujarnya.
Namun, proses penanganan kebakaran diduga mengalami kendala. Menurut Alber, armada pemadam kebakaran (Damkar) tidak dapat segera tiba di lokasi karena sejumlah kendaraan mengalami kerusakan dan kekurangan bahan bakar.
“Informasi yang kami terima, dua unit mobil Damkar dalam kondisi rusak, sementara dua unit lainnya kehabisan bahan bakar,” jelasnya.
Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah permanen milik Murniati (62), warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu orang mengalami luka bakar, yakni Ayani (68), suami pemilik rumah. Saat ini korban tengah menjalani perawatan di RSUD Lubuk Basung.
Selain rumah, kerugian material juga meliputi satu unit mobil dan satu unit sepeda motor yang ikut terbakar. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Warga setempat diketahui telah berupaya menghubungi pihak pemadam kebakaran sejak awal kejadian. Namun, hingga sekitar pukul 19.30 WIB, armada Damkar belum juga tiba di lokasi.
“Mobil pemadam sempat berangkat, namun kehabisan bahan bakar di daerah Siguhung. Hingga saat ini masih menunggu suplai bahan bakar dari pos Damkar di Maninjau,” ungkap sumber di lapangan.
Upaya koordinasi dengan pihak terkait juga telah dilakukan, termasuk menghubungi kepala dinas pemadam kebakaran, sopir armada, hingga pimpinan daerah. Namun, respons yang diharapkan belum maksimal.
Kondisi ini memicu keprihatinan dan menjadi sorotan terkait kesiapsiagaan layanan darurat di Kabupaten Agam. Sejumlah pihak berharap kejadian ini dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.***
Pewarta: sutan mudo


Komentar0