Bukittinggi, MataJurnalist.com_Upaya pelestarian budaya Minangkabau kembali mendapat perhatian besar melalui Pagelaran Alek Permainan Anak Nagari Kurai Bukittinggi Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan Kantin Wirabraja, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan bernuansa adat dan tradisi Minangkabau tersebut dipadati ribuan peserta dan masyarakat. Sekitar 2.000 pelajar tingkat, TK, SD, dan SMP, se-Kota Bukittinggi, lebih kurang 80 sekolah turut ambil bagian dalam berbagai permainan tradisional dan pertunjukan budaya khas Minangkabau.
Acara dihadiri Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, Ketua DPRD Kota Bukittinggi Dr. (Cand.) H. Syaiful Efendi, Anggota DPRD Sumbar Nurna Eva Karmila, serta Ketua TP PKK Kota Bukittinggi Yessi Endriani.
Hadir pula Ketua LKAAM Kota Bukittinggi Fery Chopa Datuak Tun Muhammad, Kakankemenag Bukittinggi Dr. Irwan, Tim Ahli DPRD Sumbar Buya H. Marfendi, Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bukittinggi H. Heru Tri Astanawa, Danramil 13 Tigo Baleh Kapten Inf. Zaimal Akmal mewakili Dandim 0304/Agam, Pamong Budaya Disdikbud Kota Bukittinggi Beta Ayu Listiyorini, para kepala sekolah, Ketua Bundo Kanduang Kota Bukittinggi, Ketua PWK Bukittinggi, unsur Polresta Bukittinggi dan Kejaksaan Negeri Bukittinggi, pegiat sosial Irwan Baharudin, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan budaya tersebut terlaksana berkat dukungan dana pokok-pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Sumatera Barat, Nurna Eva Karmila, sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Pagelaran budaya ini diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Bukittinggi/Agam.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa Alek Permainan Anak Nagari bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan bagian penting dalam membangun identitas budaya generasi muda Minangkabau di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi saat ini.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong budaya kearifan lokal atau civil society yang hidup dalam kebudayaan kita. Siapa lagi yang akan mengangkat budaya ini kalau bukan kita sendiri. Melalui Dinas Kebudayaan, nilai-nilai luhur ini harus terus dijaga dan diwariskan,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, permainan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun memiliki nilai pendidikan yang tinggi, mulai dari sportivitas, kebersamaan, gotong royong hingga pembentukan karakter sosial anak nagari.
Mahyeldi juga mengapresiasi keterlibatan unsur niniak mamak Kurai Limo Jorong dalam kepanitiaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan masyarakat adat sebagai penjaga nilai dan tradisi Minangkabau.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Dedi Patria Datuak Mangkuto Sutan mengatakan bahwa kegiatan yang kini memasuki tahun ketiga tersebut bertujuan menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai ditinggalkan generasi muda.
“Anak-anak sekarang banyak yang tidak lagi mengenal permainan tradisional, bahkan ada yang sama sekali belum pernah melihatnya. Karena itu, kami ingin menghadirkan kembali warisan budaya yang dahulu hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Berbagai permainan tradisional khas Minangkabau ditampilkan dalam alek budaya tersebut, menciptakan suasana penuh kebersamaan sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi para pelajar yang hadir.
Di sisi lain, Anggota DPRD Sumbar Nurna Eva Karmila menegaskan bahwa dukungan pokok pikiran DPRD terhadap kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam menjaga identitas budaya Minangkabau di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan modernisasi telah membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari akar budaya dan sejarah daerahnya sendiri. Karena itu, kegiatan budaya berbasis masyarakat seperti Alek Permainan Anak Nagari menjadi sangat penting untuk menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap adat dan tradisi Minangkabau.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum positif agar generasi muda kembali mengenal sejarah, adat istiadat, serta budaya Minangkabau,” katanya.
Selain menjadi benteng pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki dampak strategis terhadap sektor pariwisata Kota Bukittinggi.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi kepada Nurna Eva Karmila atas dukungan dan konsistensinya dalam mengangkat kegiatan budaya rakyat tersebut.
Menurutnya, sebagai kota wisata, Bukittinggi membutuhkan lebih banyak atraksi budaya agar wisatawan memperoleh pengalaman yang beragam selama berkunjung.
“Objek wisata di Bukittinggi perlu terus menghadirkan inovasi dan atraksi budaya seperti ini sehingga wisatawan memiliki banyak pilihan dan betah singgah lebih lama,” ujarnya.
Pagelaran Alek Permainan Anak Nagari Kurai Bukittinggi 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, legislatif, tokoh adat, dan masyarakat mampu menghadirkan gerakan pelestarian budaya yang hidup, edukatif, dan relevan bagi generasi muda Sumatera Barat masa kini, pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo

.jpg)



Komentar0