GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Sinergi Lintas Sektoral BGN dan Dinkes Lima Puluh Kota: 51 Tenaga Kunci SPPG Ikuti Pelatihan Standarisasi Kompetensi demi Layanan Gizi Prima

Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan setempat menggelar pelatihan intensif Lintas Sektoral di Aula kantor Dinkes Limapuluh Kota pada Senin sampai Rabu (11-13/5/2026) 

Limapuluh Kota, matajurnalist.com – Dalam upaya menjamin kualitas dan keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan setempat menggelar pelatihan intensif bertajuk “Sinergi Lintas Sektoral BGN X Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota: Standarisasi Kompetensi SDM SPPG dalam Mewujudkan Pelayanan yang Aman, Bermutu, dan Prima”.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari Senin hingga Rabu (11-13 Mei 2026), ini diikuti oleh 51 peserta yang terdiri dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ahli gizi SPPG, serta ahli gizi dari berbagai Puskesmas di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.

Ketua Panitia Pelaksana, Feby Dzikrian, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antara BGN, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait di lapangan.

“Tujuan utama kami adalah memastikan seluruh personil SPPG menjalankan prosedur teknis sesuai dengan standar keamanan pangan nasional. Dengan adanya standarisasi kompetensi ini, kami berharap hasil produksi makanan di setiap SPPG tidak hanya higienis dan aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki kandungan gizi yang tepat sasaran,” ujar Feby, Kamis (14/5/2026) melalui Abdul Zikri.

Panitia Pelaksana

Salah satu panitia pelaksana, Abdul Zikri, juga menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keahlian teknis dan manajerial para SDM dalam operasional harian SPPG. Menurutnya, aspek distribusi yang efektif serta pelayanan yang profesional dan responsif menjadi kunci keberhasilan program MBG di tingkat akar rumput.

“Kami juga menargetkan agar seluruh peserta dapat memenuhi indikator penilaian kompetensi untuk standarisasi SPPG. Ini penting agar setiap unit pelayanan gizi di Lima Puluh Kota dapat beroperasi dengan standar yang seragam dan terukur,” jelas Zikri.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program MBG. Kolaborasi antara BGN sebagai regulator pusat dan Dinas Kesehatan sebagai pengawal mutu di daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan gizi yang prima, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak sekolah dan ibu hamil.

Pelatihan ini mencakup materi teknis pengolahan pangan, manajemen hygiene sanitasi, perencanaan menu bergizi seimbang, serta simulasi penanganan keluhan dan pengawasan distribusi. Dengan bekal kompetensi yang telah diseragamkan, para Kepala SPPG dan ahli gizi diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan bebas stunting.

Pewarta: F. Malin Parmato








Komentar0

Type above and press Enter to search.