GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Semarak 100 Tahun Jam Gadang, Rumah Literasi Ashpen Gelar Lomba Puisi dan Monolog Minang, dibuka Wakil Walikota Bukittinggi

Foto Bersama Wakil Walikota Ibnu Asis, dengan Direktur Utama Ashpen, Zulfamiadi,  Ketua Rumah Literasi Ashpen, Edward, Sanggar Seni Om Sibro Ivan Sibro, beserta Peserta usai pembukaan.


Bukittinggi MataJurnalist.com_Dalam rangka memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang, Rumah Literasi Ashpen (LAZ Ashpen) Kota Bukittinggi menggelar Lomba Baca Puisi bertema Bukittinggi Kota Perjuangan dan Lomba Monolog Berbahasa Minang, Minggu (21/6/2026), di Rumah Literasi Ashpen, Simpang Panganak, Bukittinggi, di buka oleh Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis.

Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar dari Kota Bukittinggi dan daerah sekitarnya berlangsung meriah dan mendapat dukungan dari Sanggar Seni Sibro di bawah pimpinan Om Ivan Sibro.

Ketua Rumah Literasi Ashpen Bukittinggi, Trisno Edward, SS, mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba tersebut merupakan bentuk partisipasi dalam menyemarakkan perayaan satu abad Jam Gadang yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Bukittinggi.

“Melalui Lomba Baca Puisi bertema Bukittinggi Kota Perjuangan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan perjuangan para pahlawan kepada generasi muda. Anak-anak dapat memahami serta merenungi nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pendahulu, khususnya yang berkaitan dengan sejarah Kota Bukittinggi,” ujar Trisno Edward didampingi Ketua Panitia Roni Novendra dan Sekretaris Panitia Denia Auliya.

Penampilan Peserta yang memukau 

Lomba Monolog Berbahasa Minang merupakan ajang yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Rumah Literasi Ashpen. Kegiatan ini bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan kembali penggunaan bahasa Minang “saisuak” atau bahasa Minang tempo dulu yang kini mulai jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, ucap Edward.

“Kami berharap generasi muda, baik Gen Z maupun generasi milenial, dapat mengenal kembali bahasa dan logat khas Minangkabau masa lalu. Bahasa tersebut memiliki kekayaan budaya dan keunikan tersendiri yang penting untuk dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambah Edward lagi.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Ansharullah Peduli Negeri sekaligus Direktur Utama LAZ Ashpen, Zulfamiadi, memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan dua event edukatif dan kreatif tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat siswa, tetapi juga mampu menambah wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah keterampilan individu peserta.

“Atas nama Yayasan Ansharullah Peduli Negeri, kami mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh tim panitia Rumah Literasi Ashpen. Semoga ke depan Rumah Literasi Ashpen terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Zulfamiadi.

Kegiatan turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan lomba yang dinilai mampu memperkaya khazanah literasi dan seni budaya di Kota Bukittinggi.

“Selamat berlomba kepada seluruh peserta. Teruslah berkarya dan mencintai budaya daerah. Semoga Rumah Literasi Ashpen semakin maju dan terus berkontribusi dalam pengembangan literasi serta seni budaya di Kota Bukittinggi,” ujar Ibnu Asis, pada saat membuka kegiatan.

Adapun pemenang pada ujung kegiatan, Lomba Baca Puisi bertema Bukittinggi Kota Perjuangan adalah:

• Juara I: Keisha Dianry Arifin (SDN 04 Birugo)

• Juara II: Naura Bilqis (SDN 02 Koto Tangah)

• Juara III: Abdullah Dzikri (SD Al-Ishlah Bukittinggi)

Sementara itu, pemenang Lomba Monolog Berbahasa Minang adalah:

• Juara I: Seanna Gyove Inara (SDN 04 Birugo)

• Juara II: Zahra Varisha (SDN 14 ATTS)

• Juara III: Nazira Damistra Maryam (SDN 04 Birugo)

Rangkaian kegiatan ditutup oleh Lurah Puhun Pintu Kabun, Hj. Meida Sari, yang turut hadir dan memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya serta pengembangan literasi di kalangan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Rumah Literasi Ashpen kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi, menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah daerah, serta melestarikan bahasa dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman, ungkapnya.***

Pewarta : sutan mudo 


Komentar0

Type above and press Enter to search.