GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Sabirin Rachmat Dukung Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi: Proyek Nasional Demi Kepentingan Masyarakat

 

Foto : Sabirin Rachmat S.Sos, Anggota DPRD Kota Bukittinggi Komisi I 


Bukittinggi, MataJurnalist.com_Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Komisi I, Sabirin Rachmat, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi. Hal tersebut disampaikannya usai meninjau peserta pelatihan perbengkelan yang berasal dari Pokok-Pokok Pikirannya di Manggis Gantiang, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, Rabu (22/7/2026) siang.

Menurut Sabirin, pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi merupakan proyek strategis nasional yang akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus transportasi di Sumatera Barat.

"Kita mendukung pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi karena ini merupakan proyek nasional. Program seperti ini tentu bertujuan untuk kepentingan masyarakat luas dan diyakini akan membawa banyak keuntungan dibandingkan kerugiannya," ujar Sabirin.

"Selama 10 tahun terakhir kita mengeluhkan kemacetan di ruas Padang-Bukittinggi. Pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi telah mencari alternatif, dan kini alternatif itu sudah ada. Anggarannya juga telah tersedia, tinggal bagaimana proses sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan agar tercipta dukungan yang lebih luas," katanya.

Sabirin mengakui bahwa setiap kebijakan pemerintah, terlebih proyek berskala besar, selalu menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun menurutnya, yang perlu dikedepankan adalah manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat secara keseluruhan.

"Kalau jalan tol sudah beroperasi, tentu perjalanan menjadi lebih efisien dan efektif. Waktu tempuh yang biasanya mencapai tiga jam bisa dipangkas menjadi sekitar satu setengah jam. Selain menghemat waktu, konsumsi bahan bakar juga menjadi lebih irit," jelasnya.

Kemudian sektor pertanian juga akan memperoleh dampak positif karena distribusi hasil panen menjadi lebih cepat dan biaya transportasi dapat ditekan.

"Petani juga akan merasakan manfaatnya. Distribusi hasil pertanian akan lebih lancar sehingga nilai ekonomi produk pertanian bisa meningkat karena akses transportasi semakin baik," tambahnya.

Terkait adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap pembangunan jalan tol, Sabirin menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam setiap proses pembangunan. Menurutnya, pemerintah harus membuka ruang dialog dan memahami berbagai persoalan yang menjadi keberatan masyarakat, termasuk menyangkut tanah ulayat.

"Yang mendukung tentu kita syukuri, sementara yang menolak harus kita dengarkan dan dalami apa persoalannya. Bisa jadi ada persoalan tanah ulayat atau hal-hal lain yang menjadi perhatian para niniak mamak. Karena itu pemerintah saat ini juga sedang mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang Nagari agar ada kepastian dalam penyelesaian persoalan adat," ujarnya.

Sabirin juga menegaskan bahwa di Sumatera Barat penyelesaian persoalan adat harus mengedepankan musyawarah dan mufakat, mengingat adanya nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur, termasuk mengenai tanah pusako tinggi.

"Khusus di Sumatera Barat, musyawarah mufakat adalah yang utama. Persoalan tanah pusako tinggi dan hak ulayat harus dibicarakan bersama niniak mamak. Jika komunikasi dibangun dengan baik, saya yakin akan ditemukan solusi terbaik yang dapat diterima semua pihak," katanya.

Sabirin berharap pemerintah daerah bersama para pemangku adat dapat lebih mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat yang berada di kawasan terdampak pembangunan jalan tol agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Sabirin juga sampaikan bahwa memperoleh anggaran pembangunan dari pemerintah pusat bukanlah perkara mudah. Karena itu, kesempatan yang telah ada saat ini perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Keluhan kita selama ini adalah kemacetan, dan sekarang pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran untuk jalan tol ini. Kesempatan seperti ini jangan sampai disia-siakan karena tidak mudah mendapatkan anggaran dari pusat," tegasnya.

Sabirin turut mengapresiasi berbagai pihak yang telah memperjuangkan anggaran pembangunan tersebut, termasuk anggota DPR RI Andre Rosiade yang dinilainya aktif memperjuangkan anggaran pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat.

"Yang lebih aktif mencari anggaran ke pusat adalah Saudara Andre. Ini harus kita manfaatkan karena mendapatkan anggaran dari pusat tidaklah mudah. Sangat disayangkan jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan," ucapnya.

Sebagai contoh, Sabirin menyebut keberadaan Jalan Tol Padang-Sicincin yang dinilainya telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kita sudah melihat manfaat Jalan Tol Padang -Sicincin. Perjalanan dari Kayu Tanam ke Padang yang sebelumnya memakan waktu sekitar satu jam, kini bisa ditempuh hanya sekitar 20 menit. Itu bukti bahwa jalan tol benar-benar membantu masyarakat," pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo

Komentar0

Type above and press Enter to search.