GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Dilepas ke Dunia Kerja, 142 Siswa SMK Genus Bukittinggi Ikuti PKL hingga Malaysia

Kepala SMK Genus Bukittinggi, Dr. H. Defi Endri, M.M.Pd., Resmi Melepas Siswa/i Mengikuti PKL Tahun Ajaran 2026 di Istana Bung Hatta

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Sebanyak 142 siswa SMK Genus Bukittinggi dari tiga program keahlian, yakni Layanan Kesehatan, Teknologi Farmasi, dan Usaha Layanan Pariwisata, resmi mengucapkan janji sekaligus dilepas untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun Ajaran 2026. Prosesi pelepasan berlangsung di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Kamis (16/7/2026).

Selama menjalani PKL, para siswa akan ditempatkan di berbagai rumah sakit, apotek, klinik, Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW), serta industri pariwisata yang tersebar di Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, hingga Malaysia. 

Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah membekali peserta didik dengan pengalaman kerja nyata sekaligus memperkuat kesiapan memasuki dunia usaha dan dunia industri.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMK Genus Bukittinggi Dr. H. Defi Endri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Ramli Adrian, Kacabdin Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat Willia Zuwerni, Kepala Sekolah INGG Defri Hendra, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Pelayanan Penunjang RSOMH Bukittinggi dr. Sofni Sarmen, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan, Korwas, Wakil Ketua I DPD ASITA Sumbar Dr. Rezky Januar, para mitra dunia usaha dan industri, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Genus Bukittinggi, Dr. H. Defi Endri, menegaskan bahwa keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis atau kompetensi akademik, tetapi juga oleh karakter, etika, dan kemampuan berkomunikasi.

Defi Endri, mengingatkan para siswa agar mampu membangun personal branding, menguasai public speaking, memperluas jejaring, menjaga penampilan terbaik, serta memahami etika dalam memperkenalkan diri jaga nama baik Almamater.

"Bermimpilah setinggi-tingginya, tetapi mimpi itu harus diwujudkan melalui komitmen dan kerja keras. Kita ingin melahirkan SDM Indonesia Emas, bukan Indonesia Cemas," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Defi Endri juga menyampaikan filosofi pendidikan vokasi yang selama ini menjadi komitmen SMK Genus Bukittinggi. Menurutnya, ukuran keberhasilan sekolah tidak semata-mata dilihat dari banyaknya lulusan yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi dari seberapa besar lulusan mampu diserap oleh dunia kerja, katanya.

"Kami tidak bangga jika hanya banyak siswa yang lulus ke perguruan tinggi. Kebanggaan kami justru ketika lulusan SMK Genus banyak dipinang oleh dunia usaha dan dunia industri, bahkan mampu menjadi wirausahawan," tegasnya.

Program PKL menjadi salah satu pintu masuk bagi siswa untuk menunjukkan kompetensi dan membangun kepercayaan dari dunia industri.

"Kalau ingin dipinang perusahaan, salah satunya melalui Prakerin. Banyak pengalaman yang tidak diperoleh di sekolah, tetapi justru didapat ketika berada langsung di dunia usaha dan dunia industri," katanya.

Defi Endri juga mengingatkan seluruh peserta PKL agar selalu mengedepankan budaya melayani, disiplin, serta memiliki semangat belajar yang tinggi.

"Kita adalah pelayan, bukan ingin dilayani. Tampilkan greeting yang baik, penampilan terbaik, jangan cengeng, siap menerima kritik, kaki harus ringan melangkah, tangan ringan membantu, kreatif, dan memiliki best performance," pesannya.

Menurutnya, khusus bagi siswa bidang kesehatan, pelayanan prima merupakan nilai yang tidak kalah penting dibandingkan penguasaan keterampilan teknis.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Bukittinggi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Ramli Adrian, menyampaikan bahwa peluang kerja bagi lulusan bidang kesehatan masih terbuka lebar.

Ia mengungkapkan, kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai daerah masih cukup tinggi, termasuk untuk profesi psikolog klinis maupun fisioterapis di sejumlah puskesmas.

"Saat ini masih banyak kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia. Ini menjadi peluang besar bagi lulusan yang memiliki kompetensi dan kesiapan kerja," katanya.

"Rajinlah bertanya dan bangun sinergi dengan pembimbing. Pengalaman kami, siswa SMK Genus memiliki semangat belajar yang tinggi dan mudah diarahkan sehingga menjadi nilai lebih dibandingkan sekolah lain," ungkapnya.

Kacabdin Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat, Willia Zuwerni, memberikan apresiasi terhadap keseriusan SMK Genus dalam membekali siswa sebelum diterjunkan ke dunia kerja.

Menurutnya, pengalaman di lapangan akan sangat berbeda dengan teori yang diperoleh di ruang kelas. Karena itu, siswa dituntut mampu bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, cepat beradaptasi, serta menjaga etika selama berada di tempat PKL.

Pada saat itu, Ia juga mengingatkan pentingnya menjunjung nilai-nilai budaya Minangkabau, termasuk menerapkan falsafah Kato Nan Ampek, sebagai pedoman dalam membangun hubungan profesional dengan pembimbing, rekan kerja, maupun masyarakat.

Melalui program PKL ini, SMK Genus Bukittinggi berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi, karakter, dan profesionalisme sehingga berpeluang direkrut langsung oleh rumah sakit, klinik, apotek, maupun industri pariwisata setelah menyelesaikan pendidikan.

Filosofi tersebut terus menjadi pegangan SMK Genus Bukittinggi, yakni menjadikan lulusan sebagai sumber daya manusia yang siap kerja, berdaya saing, dan lebih membanggakan ketika dipercaya serta "dipinang" oleh dunia usaha dan dunia industri, pungkasnya.

Komentar0

Type above and press Enter to search.