GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Kabut Asap Memburuk, Kasus ISPA di Bukittinggi Meningkat


Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi (DKK) Ramli Adrian, SKM, MKM.

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Masyarakat Kota Bukittinggi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang menyelimuti wilayah Bukittinggi dalam dua pekan terakhir. Penurunan kualitas udara yang terjadi belakangan ini turut diiringi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli, menyampaikan hal itu kepada awak media, Jumat sore, (16/10/2026). 

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, Ramli mengingatkan, masyarakat agar mengurangi paparan udara luar, terutama ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.

Berdasarkan laporan Stasiun Pemantau Atmosfer Global, Koto Tabang Palupuah Kabupaten Agam, kualitas udara di Bukittinggi mengalami penurunan. Kondisi yang sebelumnya berada pada kategori sedang sempat memburuk hingga masuk kategori tidak sehat, bahkan sangat tidak sehat pada waktu-waktu tertentu.

Penurunan kualitas udara tersebut menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

Data Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi mencatat, kasus ISPA mencapai 120 kasus pada 5 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi 124 kasus pada 12 Oktober 2026. Sementara itu, jumlah kasus yang ditangani setiap hari dilaporkan mencapai sedikitnya sekitar 72 kasus.

Ramli mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel pencemar.

Selain itu, warga diminta mengurangi kebiasaan membuka jendela saat kabut asap pekat agar debu dan partikel pencemar tidak mudah masuk ke dalam rumah.

Di sektor pendidikan, pembelajaran jarak jauh telah diterapkan sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi paparan polusi udara terhadap peserta didik, kata Ramli.

Menurut Ramli, pelaksanaan kebijakan tersebut akan terus dipantau dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara dan situasi kesehatan masyarakat.

Ramli, juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan lain yang semakin memburuk. Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemerintah berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti imbauan yang disampaikan, sembari menunggu kondisi kualitas udara kembali membaik.

Di tengah kondisi tersebut, upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan bersama, baik melalui pembatasan aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker saat diperlukan, maupun pemantauan kondisi kesehatan anggota keluarga, terutama anak-anak dan kelompok rentan, pungkas Ramli.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.