Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi Lc., M.A.
Bukittinggi MataJurnalist.com_Penebangan sejumlah pohon di beberapa titik di Kota Bukittinggi mulai menjadi perhatian masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, terutama terkait keberlangsungan penghijauan dan suasana sejuk yang selama ini menjadi salah satu daya tarik kota wisata.
Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, mengatakan keberadaan pepohonan memiliki peran penting dalam menjaga kesejukan dan kualitas lingkungan kota. Menurutnya, jika penebangan dilakukan dalam jumlah cukup banyak tanpa mempertimbangkan keseimbangan penghijauan, suhu udara di sejumlah kawasan perkotaan dikhawatirkan akan semakin panas.
“Kalau pohon banyak yang ditebang, tentu kesejukan kota akan berkurang. Padahal salah satu yang membuat wisatawan tertarik datang ke Bukittinggi adalah suasana kotanya yang sejuk,” ujar Syaiful Efendi saat ditemui di Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Belakang Balok, Selasa sore (6/10/2026).
Ketua DPRD menyebutkan, penebangan pohon terlihat di sejumlah ruas jalan dan kawasan fasilitas pemerintahan. Di antaranya Jalan Perwira, Jalan Ombilin kawasan Belakang Balok, sekitar Balai Kota Bukittinggi, serta di depan Kantor DPRD Kota Bukittinggi.
Menurut Syaiful, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena penghijauan kota tidak hanya berkaitan dengan keindahan, tetapi juga berhubungan dengan kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
“Bukittinggi dikenal sebagai daerah yang sejuk. Jangan sampai karena pohon-pohon banyak ditebang, kemudian suasana kota menjadi lebih panas. Kita tentu berharap penghijauan tetap menjadi perhatian,” katanya.
Syaiful juga menyinggung rencana penggantian pohon yang ditebang dengan tanaman atau pohon baru. Namun, menurutnya, jenis pohon yang ditanam kembali perlu diperhatikan agar fungsi penghijauan dan karakter pohon yang sebelumnya tumbuh di kawasan tersebut tetap dapat dipertahankan.
Syaiful menyebut adanya rencana penanaman pohon Tabebuya sebagai bagian dari peremajaan. Namun, Syaiful menilai jenis pohon pengganti perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kawasan.
“Kalau pohon yang ditebang diganti dengan pohon Tabebuya, itu memang bagian dari peremajaan. Tetapi kalau jenis pohon seperti Antana atau jenis lainnya, tentu karakter dan fungsinya berbeda dengan pohon Tabebuya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syaiful berharap pemerintah daerah dapat melakukan penataan pohon secara terencana. Setiap penebangan, menurutnya, harus mempertimbangkan aspek lingkungan, estetika kota, keamanan pengguna jalan, serta keberadaan Bukittinggi sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera Barat.
Ia menegaskan, DPRD pada prinsipnya mendukung penataan kota dan peremajaan pepohonan apabila memang diperlukan. Namun, langkah tersebut hendaknya tetap memperhatikan keseimbangan antara pembangunan, keselamatan, keindahan kota dan kelestarian lingkungan.
“Penataan kota tentu kita dukung. Tetapi penghijauan juga jangan sampai berkurang. Kita ingin Bukittinggi tetap menjadi kota yang nyaman, teduh dan sejuk bagi masyarakat maupun wisatawan, jadi jangan di tebang merata," pungkasnya.***
Pewarta: sutan mudo


Komentar0