GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Wakil Wali Kota Bukittinggi Buka Kongres V PWS Se-Sumbar, Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi Warga Sunda

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, membuka Kongres V PWS se-Sumatera Barat, di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian (UPTD) Kota Bukittinggi, Minggu (4/10/2026).

Bukittinggi MataJurnalist.com_Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, membuka Kongres V Paguyuban Warga Sunda (PWS) se-Sumatera Barat yang mengusung tema “Dengan Semangat Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dan Silih Wawangi”, di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian (UPTD) Kota Bukittinggi, Minggu (4/10/2026).

Kongres tersebut diikuti perwakilan pengurus PWS dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Kegiatan turut dihadiri Kapolresta Bukittinggi yang diwakili Kapolsek Kota Bukittinggi, para pendiri, penasihat, pembina atau pengaping Paguyuban Warga Sunda, Ketua Pengurus Besar PWS Sumatera Barat periode 2021-2026, serta perwakilan DPD dan DPC PWS se-Sumatera Barat.

Wakil Walikota Ibnu Asis, saat membuka kongres mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarsesama warga Sunda yang berada di Sumatera Barat.

Menurut Ibnu Asis, keberadaan paguyuban warga Sunda selama ini telah memberikan kontribusi positif dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk dalam mendukung pembangunan di Kota Bukittinggi.

Ibnu, berharap keberadaan organisasi masyarakat dan paguyuban seperti PWS terus menjadi wadah untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Paguyuban memiliki peran penting dalam menjaga silaturahmi dan kebersamaan. Kami berharap warga Sunda yang berada di Bukittinggi maupun daerah lainnya di Sumatera Barat terus memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kongres V, Heri Haerudin, menjelaskan bahwa kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang dilaksanakan secara rutin. Selain menjadi ajang silaturahmi, kongres juga menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun arah dan program kerja untuk lima tahun mendatang.

Ketua Panitia Kongres V PWS Sumatera Barat, Heri Haerudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus paguyuban, baik tingkat DPD maupun DPC, yang telah hadir dan ikut menyukseskan pelaksanaan kongres.

Ia mengatakan, kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan tingginya perhatian dan kepedulian warga Sunda terhadap keberlangsungan organisasi serta hubungan kekeluargaan sesama warga Sunda di perantauan.

Dalam Kongres V tersebut, sejumlah agenda penting dibahas, di antaranya penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyusunan program kerja organisasi serta pemilihan Ketua Umum PWS Sumatera Barat periode 2026-2031.

Selain persoalan organisasi, kongres juga diarahkan untuk memperkuat peran PWSB dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi. Hal tersebut dinilai penting agar keberadaan paguyuban tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Senada juga di sampaikan PWS Bukittinggi, Rudi, keberadaan paguyuban warga Sunda di Kota Bukittinggi memiliki sejarah yang cukup panjang. Sebelum menggunakan nama Paguyuban Warga Sunda (PWS), organisasi tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Keluarga Jawa Barat dan kemudian PWJB.

Menurutnya, Kongres V menjadi momentum penting untuk kembali melihat perjalanan sejarah organisasi sekaligus melakukan pendataan warga Sunda yang berada di berbagai daerah di Sumatera Barat.

“Kongres ini juga menjadi momentum untuk menelusuri kembali sejarah organisasi dan melakukan pendataan warga Sunda yang ada di Sumatera Barat,” ujar Rudi.

Ia menambahkan, khusus di Kota Bukittinggi, warga Sunda juga ikut mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan seni, budaya dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Di bidang kuliner, misalnya, sejumlah warga Sunda memperkenalkan berbagai makanan khas yang cukup dikenal masyarakat, seperti bubur Pasundan, siomay, batagor, bakso, martabak Bandung dan berbagai kuliner lainnya.

“Warga Sunda di Bukittinggi turut berkontribusi melalui kesenian dan UMKM. Sebagian besar bergerak di bidang kuliner, seperti bubur Pasundan, siomay, batagor, bakso, martabak Bandung dan lainnya,” ungkapnya.

Kongres V PWSB diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan baru yang mampu membawa organisasi semakin solid, sekaligus memperkuat keberadaan dan kontribusi warga Sunda dalam kehidupan sosial, budaya dan pembangunan di Sumatera Barat.***

Pewarta: sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.