GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

45 Siswa MTsN 2 Bukittinggi Ikuti ANBK 2025, Upaya Tingkatkan Mutu Pendidikan

Foto Istimewa 

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Sebanyak 45 orang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Bukittinggi mengikuti pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun 2025 yang digelar secara daring pada Senin–Selasa, 25–26 Agustus 2025. 

Kegiatan berjalan tertib, lancar, dan mendapat dukungan penuh dari guru, tenaga kependidikan, serta pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi.

Kepala MTsN 2 Bukittinggi, Fakhri, menjelaskan bahwa ANBK merupakan salah satu instrumen penting dalam menilai sekaligus menjamin mutu pendidikan di madrasah. Melalui asesmen ini, pihaknya berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih objektif terkait kualitas pembelajaran, karakter peserta didik, serta kondisi lingkungan belajar di madrasah.

“Pelaksanaan ANBK bukan sekadar kewajiban administrasi, melainkan sarana untuk memperbaiki kualitas pendidikan madrasah. Hasil asesmen akan menjadi bahan evaluasi yang berguna bagi peningkatan proses pembelajaran di masa mendatang,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/8/2025).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, Hj. Tri Andriani Djusair didampingi Kepala MTsN 2 Bukittinggi, Fakhri melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait pelaksanaan ANBK.

Fakhri menyebutkan, peserta ANBK dipilih berdasarkan sampling sistematis dari Aplikasi EMIS yang terintegrasi dengan sistem ANBK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Dari total 45 peserta, 40 siswa merupakan sampel utama dan 5 orang lainnya sebagai cadangan.

“Alhamdulillah pelaksanaan ANBK di MTsN 2 berjalan tertib dan lancar. Semoga hasilnya dapat memberikan potret nyata kualitas madrasah yang semakin baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, terdapat tiga komponen utama yang diujikan dalam ANBK, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (Literasi dan Numerasi), Survei Karakter, serta Survei Lingkungan Belajar. 

Menurutnya, ketiga instrumen tersebut akan menggambarkan bagaimana madrasah mengelola proses pembelajaran, membangun karakter peserta didik, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik perundungan.

“Penjaminan mutu di madrasah harus terus dipertahankan demi mewujudkan generasi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak karimah,” tambahnya.

Fakhri juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemenag Kota Bukittinggi yang secara aktif melakukan monitoring selama pelaksanaan berlangsung. “Monitoring ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 2 Bukittinggi,” pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.