Semangat Pelaku UMKM bidang usaha Rumah Makan Ampera Dalam Pembentukan Sebuah Koperasi
Bukittinggi, MataJurnalist.com_ Para pelaku UMKM yang bergerak di bidang usaha Rumah Makan Ampera di Bukittinggi dan Agam mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian yang digelar pada Rabu (27/8/2025) di UPTD Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Bukittinggi.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, sebagai bagian dari program pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Asril, SE, dari Komisi II Fraksi Partai NasDem.
Melalui Bimtek yang berlangsung selama satu hari penuh tersebut, para peserta berhasil membentuk sebuah koperasi dengan nama Koperasi Konsumen “Lamak Sabana Badaceh”, dengan kepengurusan yang terpilih yakni Ronni Hereva sebagai Ketua, Reni Oktavia sebagai Sekretaris, dan Yulwarti sebagai Bendahara.
Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Asril, SE, saat diwawancarai awak media, menyampaikan bahwa pembentukan koperasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi Rumah Makan Ampera di tengah persaingan usaha kuliner.
“Dengan berdirinya koperasi ini, para pedagang Ampera bisa berkembang lebih kuat. Mereka butuh sebuah wadah bersama, dan menurut saya wadah terbaik adalah koperasi,” ungkap Asril.
Ia menambahkan, koperasi dapat menjadi solusi dari berbagai kendala yang selama ini dihadapi pedagang, mulai dari masalah permodalan, peralatan, hingga pemasaran.
“Kalau kesulitan-kesulitan itu bisa diatasi lewat koperasi, maka otomatis usaha mereka akan semakin maju, bahkan bisa naik kelas,” tambahnya.
Penutupan oleh Anggota DPRD Provinsi Asril, dalam pembentukan Koperasi pelaku UMKM Rumah Makan Ampera Didampingi oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi, Edwar dan Triana.
Lebih lanjut, Asril menjelaskan bahwa pelatihan ini sebenarnya dirancang untuk lima kategori usaha, yaitu pelaku kopi, peternak madu, usaha sablon dan konveksi, rumah makan dan katering, serta usaha souvenir. Masing-masing kategori diikuti oleh sekitar 70 peserta.
Namun dari hasil evaluasi di lapangan, kategori sablon dan konveksi belum dapat dilanjutkan karena pesertanya dinilai belum memiliki visi dan persepsi yang sejalan untuk membentuk koperasi.
“Kalau komunitasnya belum punya kesepahaman, tentu sulit untuk membentuk kelompok koperasi. Tapi nanti kalau sudah ada kesepahaman, kita akan fasilitasi kembali,” jelas Asril.
Sementara itu, kategori souvenir dijadwalkan mengikuti pelatihan pada hari berikutnya, kata Asril.
“Kita lihat besok apakah peserta sudah siap membentuk koperasi. Kalau pedagang Ampera hari ini, semua peserta sudah sepakat,” terangnya.
Asril juga menegaskan bahwa setelah koperasi terbentuk, pemerintah akan memberikan dukungan lanjutan berupa bantuan modal, sarana-prasarana, hingga promosi dan penguatan jaringan usaha.
“Kita akan telusuri kendala yang mereka hadapi, apakah soal modal, peralatan, atau pemasaran. Pemerintah siap membantu sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Ia berharap, Koperasi “Lamak Sabana Badaceh” benar-benar menjadi wadah bersama bagi para pedagang Ampera, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta.
“Hari ini baru 30 orang yang kita fasilitasi, tapi ke depan kita berharap semua pedagang Ampera mau bergabung agar bisa maju bersama-sama,” pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo
Komentar0