Ketua DPRD kota Bukittinggi Serap Aspirasi Masyarakat pada reses masa sidang III tahun 2024/2025 di daerah pemilihan ABTB Bukittinggi, Sabtu, (2/8/2025).
Bukittinggi, MataJurnalist.com_ Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi, Lc., MA, melaksanakan reses masa sidang III tahun 2024/2025 di daerah pemilihan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB). Kegiatan yang digelar di rumah dinas Ketua DPRD di kawasan Belakang Balok, Sabtu (2/8/2025) ini dihadiri berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Camat ABTB Hastine Atas Asih, dihadiri ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Camat ABTB, Hastine Atas Asih, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Syaiful Efendi yang dinilainya telah banyak berkontribusi bagi kemajuan Kota Bukittinggi sejak awal menjabat sebagai anggota DPRD hingga kini menjadi Ketua DPRD.
“Reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi forum diskusi dua arah yang memberi ruang bagi masyarakat menyampaikan masukan secara langsung,” ungkap Hastine.
Dalam sambutannya, Syaiful Efendi menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk turun langsung menjaring aspirasi masyarakat.
“Kami memandang reses sebagai ajang silaturahmi dan kesempatan mendengarkan pokok-pokok pikiran warga. Aspirasi yang terkumpul akan kami bawa ke DPRD sebagai bahan pembahasan dan perumusan program pembangunan,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa tidak semua usulan dapat terealisasi dalam waktu singkat karena harus melalui proses perencanaan dan skala prioritas.
“Kami tentu akan mengutamakan usulan yang paling mendesak dan bermanfaat bagi banyak orang,” tambahnya.
Ketua DPRD merasa senang dan bangga bisa silaturahmi dengan masyarakat, saat reses di dapilnya (2/8/2025) sore.
Pada sesi penyampaian aspirasi, warga banyak menyoroti persoalan pendidikan, terutama terkait penerapan sistem zonasi yang dinilai menyulitkan sebagian siswa untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah yang diinginkan.
Menanggapi hal itu, Syaiful menyatakan bahwa selain zonasi, kualitas pendidikan dan prestasi akademik juga menjadi pertimbangan penting dalam proses penerimaan siswa.
“Kita berharap anak-anak Bukittinggi memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan dukungan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan yang muncul dalam penerimaan siswa baru tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan belajar.
“Dengan prestasi akademik yang baik, proses penerimaan akan lebih mudah. Namun, DPRD juga akan berupaya memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena masalah teknis seperti ini,” pungkasnya.
Pewarta: Sutan Mudo
Komentar0