GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Harga Gambir Rendah, DPC PKB Limapuluh Kota Dukung Penuh Pemerintah mewujudkan Industri Hilirisasi Gambir di Limapuluh Kota

  

Ketua DPC PKB Limapuluh Kota, K. Dede Warman berkunjung ke beberapa nagari penghasil Gambir di kecamatan Payakumbuh dan Kec. Mungka pada Rabu (1/10/2025)

Limapuluh Kota, MataJurnalist.Com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Limapuluh Kota, K. Dede Warman, SH., MH., melakukan kunjungan ke para petani gambir di beberapa nagari penghasil gambir di kecamatan Payakumbuh dan kecamatan Mungka pada Rabu (1/10/2025).

Dalam kunjungannya, K. Dede Warman menyatakan dorongannya untuk mewujudkan pabrik gambir berskala besar di Limapuluh Kota yang bisa menjadi sentra produksi gambir nasional. Hal ini sejalan dengan hasil kunjungan Menteri Pertanian dan rapat koordinasi pertanian dengan bupati se-Provinsi Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

“Miris kita melihat kenyataan harga gambir saat ini masih sangat rendah, yakni sekitar Rp 40 ribu per kilogram. Petani pengolah gambir atau tukang kampo hanya memperoleh bersih Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu per hari untuk dibawa pulang menghidupi keluarganya,” ungkap K. Dede Warman.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus mengingat potensi besar gambir di Limapuluh Kota. Pada pertengahan September 2025 lalu, Bupati Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang, mendapat tantangan langsung dari Menteri Pertanian untuk mendirikan pabrik pengolahan gambir di daerahnya. Menteri Pertanian juga mendorong bupati untuk menimba ilmu ke China mengenai teknologi pabrik gambir sebagai langkah hilirisasi produk pertanian gambir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa dengan hilirisasi dan pengolahan gambir, nilai tambah produk gambir bisa melampaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Barat. Hilirisasi tersebut bisa membuat produk gambir tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti skincare, tinta, dan makanan yang memiliki pasar global.

Namun, di tengah potensi tersebut, para petani masih menghadapi tantangan besar soal harga jual gambir yang belum stabil dan rendah di pasaran. Penurunan harga gambir yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan pendapatan petani sangat terbatas dan mengakibatkan sulitnya mencukupi kebutuhan keluarga.

K. Dede Warman berharap agar dukungan dari pemerintah pusat dan daerah semakin diperkuat untuk merealisasikan fasilitas pengolahan gambir yang inovatif, sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan kesejahteraan mereka meningkat.

Pewarta: F. Malin Parmato


Komentar0

Type above and press Enter to search.