GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Sekolah Keluarga Gemilang Bukittinggi Cetak Keluarga Tangguh

Bukittinggi, MataJurnalist.com_Sekolah Keluarga Gemilang (SKG) Bukittinggi terus berperan aktif dalam mencetak keluarga tangguh melalui program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, guna memperkuat ketahanan keluarga serta menyiapkan generasi emas menuju Indonesia 2045.

Hal tersebut di buktikan saat acara wisuda Sekolah Keluarga Gemilang (SKG) Bukittinggi pada Rabu (17/12/2025) yang digelar di Istana Tri Arga Bukittinggi. Kegiatan mengusung tema “Sekolah Keluarga Gemilang, Wujudkan Keluarga Tangguh, Tumbuhkan Generasi Emas 2045."

Program ini mendapat apresiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) karena dinilai sebagai program sekolah keluarga yang berkualitas dan berkelanjutan.

Wisuda dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, inisiator Sekolah Keluarga Bukittinggi sekaligus Ketua TP PKK Kota Bukittinggi Yessi Ramlan Nurmatias, Plt Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi Robby Novaldi, Kepala Dinas Kesehatan Ramli, Bundo Kanduang, serta tamu undangan lainnya.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sekolah Keluarga Gemilang bukan sekadar program seremonial, melainkan benar-benar sebuah sekolah dengan guru, kurikulum, serta target yang jelas.

“Sekolah keluarga ini betul-betul sekolah. Ada guru, ada kurikulum, dan tujuannya agar seluruh keluarga di Kota Bukittinggi menjadi keluarga yang tangguh dan teruji. Artinya, mereka siap menghadapi berbagai persoalan rumah tangga sesuai dengan kondisi yang dihadapi,” ujarnya.

Peserta tidak hanya menerima sertifikat, tetapi juga dibekali life skill dan kemampuan nyata. Baik kepala keluarga, ibu rumah tangga, maupun anak-anak diharapkan memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ucapnya.

“Kita patut bersyukur, karena hingga saat ini Bukittinggi menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki Sekolah Keluarga. Saat ini Kementerian BKKBN baru mempersiapkan konsep Akademi Keluarga, sementara Bukittinggi sudah melaksanakan Sekolah Keluarga selama tujuh tahun dan menjadi percontohan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, inisiator Sekolah Keluarga Bukittinggi sekaligus Ketua TP PKK Kota Bukittinggi dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Yessi Ramlan Nurmatias, menjelaskan bahwa Sekolah Keluarga berawal dari kegiatan kunjungan keluarga yang dilakukan pada tahun 2017.

“Dari kunjungan-kunjungan itu muncul gagasan Sekolah Keluarga. Program ini memiliki dasar hukum yang jelas dan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat,” ungkapnya.

Yessi menyoroti berbagai persoalan keluarga yang saat ini dihadapi, seperti tingginya angka perceraian, penyalahgunaan narkoba yang menyasar usia dini, perilaku seksual menyimpang, LGBT, masalah gizi anak, stunting, hingga rendahnya cakupan imunisasi.

“Bukittinggi adalah kota tujuan. Orang datang tidak hanya untuk wisata, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan, tetapi ada juga pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, edukasi dan pendampingan kepada orang tua menjadi sangat penting,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini tidak ada sekolah khusus untuk berkeluarga maupun mendidik anak, padahal orang tua merupakan teladan utama bagi anak-anak. Sekolah Keluarga hadir untuk mempersiapkan orang tua melalui edukasi, parenting, dan pendampingan psikologis.

“Harapannya, berbagai persoalan sosial seperti narkoba, perilaku menyimpang, stunting, dan masalah lainnya dapat diminimalisir. Mungkin tidak bisa nol, tetapi dengan Sekolah Keluarga, risiko itu bisa ditekan dan diantisipasi,” katanya.

Yessi juga menegaskan bahwa program ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045, di mana jumlah usia produktif akan lebih besar dibandingkan lansia.

Sekolah Keluarga Gemilang dilaksanakan dalam delapan kali pertemuan, dengan frekuensi satu kali per minggu. Untuk tahun 2026, program ini akan kembali dilanjutkan dengan sasaran keluarga rentan.

“Kami akan mendata keluarga yang rentan, baik dari sisi ekonomi, pengasuhan anak, maupun ketahanan pernikahan. Di Sekolah Keluarga, semua materi lengkap, termasuk pendampingan psikologis, sehingga peserta mendapatkan jawaban atas persoalan yang mereka hadapi,” tambahnya.

Senada dengan itu, Plt Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Robby Novaldi, menyampaikan bahwa dari 72 peserta yang mendaftar dan mengikuti pembelajaran, seluruhnya dinyatakan lulus dan diwisuda.

“Alhamdulillah, dari 72 peserta yang mengikuti pembelajaran, semuanya lulus. Berdasarkan penilaian pengajar, terdapat tiga peserta terbaik, satu orang kategori bapak pembelajar, dan satu orang kategori peserta Favorit ” jelas Robby.

Peserta Sekolah Keluarga Gemilang berasal dari 24 kelurahan di Kota Bukittinggi, dengan masing-masing kelurahan mengirimkan tiga orang perwakilan.

“Program Sekolah Keluarga Gemilang telah dituangkan dalam modul resmi, mulai dari pendaftaran, materi pembelajaran, hingga monitoring yang dilakukan secara berjenjang dari kecamatan sampai kelurahan,” pungkasnya.***

Komentar0

Type above and press Enter to search.