GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Gubernur Sumbar Resmikan Hunian Tetap “Erniati”, Hasil Kolaborasi LAZ Ashpen dan Karang Waluh Group Kalimantan


Penyerahan Kunci Rumah, Hunian Tetap dari Donatur, Karang Waluh Group Kalimantan ke Direktur Ashpen, Lalu ke Gubernur Sumbar yang diwakili  Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sumbar, Ahdiarsyah, di terima oleh  "Erniati", Senin (12/1/2026), di Jorong Kampuang Ateh, Sungai Landia, Kabupaten Agam.

Agam MataJurnalis.com_ Hunian Tetap (Huntap) Erniati” di Agam yang dibangun oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ashpen Bukittinggi di Jorong Kampuang Ateh, Sungai Landia, Kabupaten Agam, resmi diresmikan pada Senin (12/1/2026), 

Pembangunan hunian ini merupakan hasil kolaborasi dari Wahyu Permadi beserta keluarga, Owner Karang Waluh Group Kalimantan.

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sumbar, Ahdiarsyah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Utama LAZ Ashpen Zulfamiadi beserta tim, perwakilan donatur Karang Waluh Group yang diwakili oleh Direktur Wendy Dainury, bersama Alfin, serta Iswendi, Ketua KKMSS Kalimantan Selatan. 

Hadir pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar yang diwakili oleh Kasi PDPP Kemenag Kabupaten Agam, H. Yunaldi S, Staf Ahli Pemkab Agam Taslim,  Camat IV Koto Subchan, Wali Jorong Kampuang Ateh Sungai Landia, unsur niniak mamak, bundo kanduang, serta para undangan lainnya.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sumbar, Ahdiarsyah, saat di waaancarai awak media.

Dalam wawancara dengan awak media, Ahdiarsyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada LAZ Ashpen atas gerak cepatnya dalam penanganan pascabencana.

“Pasca bencana, baru hunian dari Ashpen yang kami resmikan. Pemerintah saat ini masih dalam proses pencarian lahan, namun Ashpen diam-diam sudah mulai membangun dan hari ini rumah tersebut resmi kita resmikan,” ujarnya.

Ia juga berharap langkah yang dilakukan Ashpen dapat menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lainnya.

“Insyaallah akan segera ada yayasan lain yang membangun sekitar 600 unit hunian tetap, saat ini masih dalam proses,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Ahdiarsyah juga menyebutkan bahwa total kerugian akibat bencana di Sumatera Barat mencapai Rp22 triliun, ujarnya.

“Kita tidak sendiri dalam memikul beban ini. Kita harus saling bahu-membahu, baik dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dan sektor lainnya,” tegasnya.

Direktur Utama LAZ Ashpen, Zulfamiadi, ketika di konfirmasi awak media di lokasi, usai peresmian.

Sementara itu, Direktur Utama LAZ Ashpen, Zulfamiadi, mengucapkan terima kasih kepada para donatur dari Kalimantan yang telah mempercayakan Ashpen untuk menyalurkan bantuan pembangunan rumah bagi korban bencana alam di Sumatera Barat.

“Sebelum pembangunan dilakukan, bantuan ini telah melalui kajian yang matang agar tepat sasaran. Penerima manfaat adalah anak yatim, keluarga yang benar-benar kehilangan rumah, serta memiliki lahan milik sendiri,” jelasnya.

Zulfamiadi juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Ashpen akan meresmikan program bedah rumah di Kabupaten Tanah Datar yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

“Keluarga tersebut ditinggal wafat ayahnya akibat longsor, baru ditemukan setelah tujuh hari. Mereka terdiri dari empat bersaudara dan rumahnya harus direnovasi. Mohon doa dari kita semua,” ungkapnya.

Selain itu, Ashpen menargetkan pembangunan 20 unit rumah tambahan. Data penerima manfaat telah tersedia dan saat ini Ashpen masih membuka peluang kolaborasi dengan para donatur, ucap Zulfamiadi dalam sambutannya.

“Misi dan visi Ashpen adalah menjembatani dalam kebaikan. Kami membuka ruang kolaborasi bagi siapa saja yang ingin ikut serta dalam amal jariyah ini,” tambahnya.

Dari unsur Kementerian Agama, H. Yunaldi S menyampaikan bahwa musibah yang terjadi merupakan pengingat bagi seluruh masyarakat.

“Bencana ini adalah teguran bagi kita semua. Semoga dengan kejadian ini kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tuturnya.

Wajah Kagum dan Haru, Erniati, salah satu penerima hunian Tetap dari Ashpen di dampingi anaknya, ketika di wawancarai awak media.

Sedangkan, Erniati, salah satu penerima hunian tetap yang memiliki lima orang anak, mengaku haru dan bahagia saat ditemui awak media.

“Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan rumah ini. Rumah kami sebelumnya hanyut diterjang banjir bandang, tidak ada yang tersisa sama sekali. Alhamdulillah, sekarang kami sudah punya tempat tinggal kembali,” pungkasnya.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.