Bukittinggi, MataJurnalist.com_Kepala MAN 1 Bukittinggi, Zulfadhli Alfa, menerima piagam penghargaan dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kota Bukittinggi. Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan kehadirannya sebagai narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1503 Tahun 2025.
Kegiatan Bimtek bertujuan membekali para pendidik madrasah dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang kontekstual, memahami struktur kurikulum madrasah terbaru, serta mengintegrasikan penguatan karakter, moderasi beragama, dan nilai Rahmatan lil ‘Alamin dalam proses pembelajaran.
Bimtek dilaksanakan di Aula MAN 1 Bukittinggi, Kamis (29/1), dan diikuti oleh seluruh guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta Madrasah Aliyah (MA) swasta se-Kota Bukittinggi.
Materi Bimbingan Teknis disampaikan langsung oleh Zulfadhli Alfa, yang dikenal sebagai pakar kurikulum madrasah. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara komprehensif arah kebijakan kurikulum madrasah terbaru serta strategi implementasinya agar selaras dengan kebutuhan peserta didik di era modern.
Menurutnya, kurikulum madrasah saat ini menuntut guru untuk lebih adaptif, kreatif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna serta berorientasi pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kelompok Kerja Madrasah Pondok Pesantren Kota Bukittinggi, Buya Deri Suherman, serta Pengawas Madrasah Yenti Gusmira dan Azwarman, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu pendidikan madrasah di Kota Bukittinggi.
Kegiatan Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Bukittinggi yang diwakili oleh Pengawas Madrasah, Hj. Yendrawati.
Dalam sambutannya, Hj. Yendrawati menyampaikan bahwa Bimtek KMA Nomor 1503 Tahun 2025 merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum yang berfokus pada pembelajaran mendalam (deep learning), Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta penguatan perspektif ekoteologi dalam dunia pendidikan.
“Melalui Bimtek ini, diharapkan guru madrasah mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai spiritual, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan,” tutupnya.***
Pewarta: Sutan Mudo


Komentar0