Foto Istimewa
Bukittinggi, MataJurnalist.com_ Momentum Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi dimaknai dengan kegiatan bertajuk Serambi Rupiah yang digelar pada 24 hingga 26 Februari 2026 oleh Bank Indonesia melalui Tim KPw BI Sumbar. Kegiatan ini berlangsung di halaman Masjid Jamiak Agung Tangah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Bukittinggi.
Mengusung tagline edukatif, “Siapa bilang Lebaran harus pakai uang baru?”, kegiatan ini menegaskan bahwa uang Rupiah yang masih bersih, utuh, dan asli tetap layak edar serta sah digunakan sesuai nominalnya. Edukasi ini menjadi bagian dari kampanye cinta, bangga, dan paham Rupiah yang terus digalakkan Bank Indonesia kepada masyarakat.
Meski demikian, layanan penukaran uang Rupiah baru tetap dibuka guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi. Dalam kegiatan tersebut, setiap warga dapat menukarkan uang dengan batas maksimal Rp3,8 juta per orang sesuai ketentuan yang berlaku.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari. Warga tampak tertib mengikuti prosedur dan alur antrean yang telah ditetapkan panitia. Petugas pun sigap memberikan arahan demi memastikan pelayanan berjalan lancar dan nyaman.
Tak hanya menyediakan layanan penukaran uang, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penjualan beras Bulog kemasan 5 kilogram seharga Rp77 ribu per sak.
Selain itu, melalui kerja sama berbagai pihak, Bank Indonesia Sumbar turut memberikan subsidi harga atas pembelian sembako murah seperti cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng. Transaksi dilakukan secara digital menggunakan QRIS sebagai upaya mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai di tengah masyarakat.
Pelaksana Tugas Camat Guguk Panjang, Siti Mariah, S.Sos., didampingi Lurah ATTS Yassir Hidayat, SH., turut meninjau langsung jalannya kegiatan dan berdialog dengan warga.
Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut.
“Kegiatan ini sangat bagus, apalagi di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang saat ini cukup tinggi. Program sembako murah ini sangat membantu masyarakat dan mampu menekan lonjakan harga,” ujarnya.
Namun demikian, tidak semua warga berkesempatan menikmati layanan penukaran uang. Hengki, salah seorang warga Garegeh, mengaku sedikit kecewa karena tidak mendapatkan nomor antrean akibat datang terlambat. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan yang disediakan.
Melalui program Serambi Rupiah, Bank Indonesia tidak hanya memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadhan dan Idul Fitri, tetapi juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya transaksi non-tunai melalui QRIS sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital di Sumatera Barat, pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo



Komentar0