GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Birugo Siapkan Gerakan Gotong Royong Massal Sambut Satu Abad Jam Gadang

 

Lurah Birugo Saiful, saat konfirmasi dengan warga terkait program Lurah  Kedepannya.

Bukittinggi MataJurnalist.com_Pemerintah Kelurahan Birugo, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), terus mematangkan sejumlah program pemberdayaan masyarakat dan kebersihan lingkungan guna mendukung kemajuan wilayah serta meningkatkan kualitas hidup warga. Salah satu program prioritas yang akan segera dilaksanakan ialah gerakan gotong royong (goro) massal, dalam rangka menyukseskan peringatan 100 tahun atau satu abad Jam Gadang.

Hal tersebut disampaikan Lurah Birugo, Saiful, saat diwawancarai di Kantor Lurah Birugo, Rabu (20/05/2026).

Budaya kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan melalui kegiatan gotong royong rutin di lingkungan masyarakat, kata Saiful.

Menurutnya, momentum peringatan satu abad Jam Gadang menjadi kesempatan penting untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan warga, katanya.

“Dalam waktu dekat ini kami akan melaksanakan goro bersama dalam rangka menyukseskan 100 tahun Jam Gadang. Tentunya ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan gotong royong nantinya akan difokuskan pada pembersihan lingkungan permukiman, saluran drainase, fasilitas umum, serta penataan kawasan agar terlihat lebih bersih dan nyaman. Pemerintah kelurahan berharap keterlibatan masyarakat dapat semakin memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Selain program goro, Kelurahan Birugo juga mulai mempersiapkan program pengolahan bank sampah sebagai langkah awal mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

Menurut Saiful, tahap awal program tersebut direncanakan dilaksanakan di dua wilayah, yakni RW 4 dan RW 5. Melalui program ini, masyarakat akan diedukasi untuk memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah sebelum disetorkan ke bank sampah.

“Kami ada rencana membentuk kelompok bank sampah yang bisa mengelola sampah. Untuk tahap awal mungkin di RW 4 dan RW 5 dulu. Sampah organik nantinya bisa diolah menjadi kompos, sementara sampah nonorganik seperti plastik memungkinkan untuk didaur ulang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi warga apabila dikelola secara optimal, ucapnya.

Saiful menegaskan, keberhasilan program kebersihan lingkungan dan bank sampah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta kedisiplinan warga dalam membuang sampah sesuai aturan yang berlaku.

Kemudian ia juga mengingatkan masyarakat agar membuang sampah pada waktu yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Bukittinggi, yakni mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

“Masyarakat dibolehkan membuang sampah mulai jam 07.00 malam sampai jam 06.00 pagi. Di luar jam itu berarti melanggar aturan. Nanti sampah akan dijemput petugas pada pagi hari,” katanya.

Pihak Kelurahan Birugo berharap program gotong royong dan pengelolaan bank sampah tersebut dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan nyaman bagi masyarakat. Selain itu, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif warga untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari, pungkasnya.***


Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.