Bukittinggi MataJurnalist.com_Menjelang pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) 2029 serta Pilkada, gubernur, wali kota, dan bupati pada tahun 2030 mendatang, tokoh masyarakat Fauzan Haviz SE., SH., MBA., MALS., MM, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan kompetisi politik yang sehat demi melahirkan pemimpin berkualitas.
Saat dikonfirmasi pada Senin (11/5) di Bukittinggi, Fauzan Haviz mengatakan bahwa waktu menuju pesta demokrasi memang masih cukup panjang. Namun menurutnya, proses pembentukan iklim politik yang baik harus mulai dipersiapkan dari sekarang.
“Kalau kompetisi tidak bagus, tentu tidak akan lahir pemimpin yang bagus. Sama seperti di dunia olahraga, tanpa kompetisi yang sehat tidak akan lahir bintang-bintang lapangan,” ujarnya.
Pada saat itu Fauzan Haviz menegaskan, kompetisi politik yang sehat akan melahirkan calon pemimpin yang kuat, berintegritas, dan memiliki kemampuan yang baik dalam memimpin masyarakat.
“Kalau kompetisinya ketat, kuat, dan penuh semangat, maka akan lahir calon-calon yang hebat. Kekuatan itu bukan semata-mata dari finansial, tetapi yang utama adalah otak dan qalbunya,” kata Fauzan.
Fauzan juga menyoroti fenomena politik belakangan ini yang menurutnya terlalu mengedepankan kekuatan modal. Akibatnya, tidak sedikit pemimpin yang akhirnya terjerat kasus korupsi karena ingin mengembalikan biaya politik yang telah dikeluarkan.
“Belakangan banyak yang maju hanya mengandalkan finansial. Akibatnya berantakan, modal besar yang keluar membuat sebagian orang ingin mempermudah pengembalian modal, hingga akhirnya terjerat kasus korupsi,” ungkapnya.
Fauzan berharap masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan, baik untuk tingkat nasional maupun daerah.
“Masyarakat menginginkan negara ini, provinsi, kabupaten, dan kota dipimpin oleh sosok yang memiliki hati dan pikiran yang baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Fauzan juga menyinggung keteladanan Haji Agus Salim yang menurutnya tidak pernah mengajarkan hidup bermewah-mewahan ataupun menghamburkan uang.
“Haji Agus Salim mengajarkan pentingnya pendidikan yang baik, termasuk pendidikan informal di dalam rumah tangga masing-masing,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh putra-putri terbaik daerah untuk ikut berkompetisi secara sehat di Bukittinggi demi melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik di masa mendatang.
“Siapa pun diundang untuk maju dan berkompetisi di Bukittinggi, meski bukan orang bukittinggi asli, dari luar kota Bukittinggi, juga ada ruang untuk maju di Bukittinggi, sehingga tercipta kompetisi yang sehat dan baik, dan akhirnya akan lahir pemimpin-pemimpin yang baik pula,” tutupnya.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0