Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., M.A
Bukittinggi, MataJurnalist.com_Isu dugaan perjalanan dinas fiktif di lingkungan DPRD Kota Bukittinggi yang belakangan beredar di tengah masyarakat, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., M.A sampaikan belum ada hasil resmi BPK.
Saat dikonfirmasi awak media pada Senin (18/5/2026), Syaiful menegaskan hingga saat ini belum ada laporan resmi yang menyatakan adanya perjalanan dinas fiktif di DPRD Kota Bukittinggi.
“Perjalanan dinas fiktif itu kan maksudnya ada perjalanan dinas, tetapi yang bersangkutan tidak berangkat. Definisi seperti itu, sepengetahuan kami, tidak ada,” ujarnya.
Saat ini pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memang sedang berlangsung, tidak hanya di Kota Bukittinggi, tetapi juga di berbagai daerah lainnya.
“Sekarang bukan hanya Bukittinggi saja yang diperiksa BPK, hampir seluruh daerah juga sedang diperiksa. Bukittinggi pun sedang dalam proses pemeriksaan, namun sampai saat ini belum ada LHP resmi atau laporan hasil pemeriksaan dari BPK,” katanya.
Menurutnya, dalam proses audit tersebut, BPK memang memberikan sejumlah catatan yang masih memerlukan klarifikasi dari pihak DPRD maupun OPD terkait.
“Kita masih menunggu, karena memang ada beberapa catatan dari BPK. Teman-teman di DPRD juga masih dimintai konfirmasi. BPK tentu menjalankan tugasnya untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Proses pemeriksaan membutuhkan waktu karena banyaknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang turut diperiksa. Bahkan, kata dia, tidak sedikit temuan yang akhirnya dinyatakan clear setelah dilakukan klarifikasi.
“Terkadang setelah dikonfirmasi ternyata clear. Jadi sekarang belum bisa kita simpulkan apa pun karena memang belum ada SHP atau surat hasil pemeriksaan,” ungkapnya.
Syaiful menegaskan, apabila nantinya hasil pemeriksaan resmi telah diterbitkan, maka dokumen tersebut menjadi hak publik untuk diketahui.
“Kalau sudah ada SHP, berarti itu sudah resmi dan publik tentu punya hak untuk mengetahuinya,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, proses pemeriksaan masih berjalan dan berbagai tahapan klarifikasi masih dilakukan, sehingga belum dapat dipastikan apakah benar terdapat persoalan dalam perjalanan dinas tersebut.
“Memang ada perjalanan dinas yang sedang diperiksa BPK, tetapi benar atau tidak ada pelanggaran, belum bisa dipastikan sekarang karena pemeriksaan masih berlangsung,” tutupnya.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0