Seminar Internasional IMLF-4 di Bukittinggi, Sabtu (6/6/2026)
Bukittinggi MataJurnalist.com_Seminar Internasional The 4th International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4) di Bukittinggi, Sabtu (6/6/2026), menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) harus tetap menjadi alat bantu, bukan pengganti peran manusia dalam pendidikan.
Seminar IMLF-4 menghasilkan rekomendasi penguatan pendidikan melalui lima dimensi utama, yaitu kebijakan pemerintah, kompetensi guru, sosial, budaya, dan psikologis. Forum ini menegaskan bahwa sentuhan kemanusiaan tetap menjadi inti pendidikan di era AI.
Dalam seminar bertema “Opportunities and Challenges for Teachers in the AI Era”, para pembicara dari berbagai negara menyoroti pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. AI dinilai dapat mendukung pembelajaran, namun tetap memerlukan kebijakan pemerintah yang menjamin akses merata agar tidak memperlebar kesenjangan sosial.
Para narasumber juga mengingatkan pentingnya budaya membaca, menulis, dan literasi konvensional untuk menjaga daya pikir kritis generasi muda. Selain itu, AI dinilai belum mampu memahami emosi, metafora, dan konteks budaya sebagaimana manusia.
Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, menegaskan guru tidak perlu khawatir tersisih oleh AI karena mesin tidak memiliki empati dan tidak dapat membentuk karakter peserta didik.***
Pewarta : sutan mudo


Komentar0