Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Wakil Ketua DPRD Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra, serta Unsur Forkopimda dan Niniak Mamak Kunjungi Pasar Bawah Bukittinggi, pada Senin (22/6/2026)
Bukittinggi MataJurnalist.com_Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bersama Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra Zoebir, unsur Forkopimda, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, serta jajaran Dinas Perdagangan, melakukan kunjungan ke Pasar Bawah Bukittinggi dalam rangka memeriahkan peringatan 100 Tahun Jam Gadang.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pengurus Pedagang Pasar Bawah Bersatu (PPBB), para pedagang, dan masyarakat setempat. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat langsung perkembangan penataan pasar sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha rakyat.
Pasar Bawah bukan sekadar pusat perdagangan biasa. Berdiri sejak tahun 1858, kawasan ini merupakan salah satu denyut nadi ekonomi dan budaya Minangkabau yang telah bertahan sejak masa kolonial hingga Indonesia merdeka. Berlokasi di lereng yang menghubungkan Pasar Atas dengan kawasan perdagangan lama, Pasar Bawah menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Kota Bukittinggi.
Pada kesempatan itu, Ramlan Nurmatias tidak hanya berbicara mengenai penataan pasar. Ia mengajak masyarakat untuk kembali mengenang dan menghargai sejarah besar yang dimiliki Kota Bukittinggi, termasuk perjalanan panjang daerah ini pasca-peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
“Dulu pemerintah sempat menganggap Bukittinggi sebagai daerah pemberontakan. Padahal sejarah kota ini jauh lebih besar dari itu. Bukittinggi memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa. Karena itu, saya berencana menghadap Presiden agar Bukittinggi ditetapkan sebagai Kota Perjuangan,” tegas Ramlan di hadapan para pedagang.
Menurutnya, jati diri Bukittinggi harus kembali diangkat melalui penguatan nilai sejarah, budaya, serta penataan kawasan kota yang lebih baik. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi membangun kebanggaan masyarakat terhadap kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Minangkabau.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembenahan kawasan perdagangan, Ramlan menargetkan seluruh pasar di Bukittinggi dapat tampil lebih tertib, bersih, dan nyaman pada tahun ini. Ia kembali menyinggung rencana relokasi Blok Nasi Kapau ke kawasan Gloria serta penataan Pasar Lereng sebagai bagian dari wajah baru perdagangan Kota Bukittinggi.
“Pasar yang tertib dan bersih akan mengangkat marwah kota. Identitas Bukittinggi tidak boleh hilang di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra Zoebir, memberikan apresiasi terhadap inisiatif dan semangat gotong royong yang ditunjukkan PPBB dalam menata dan membersihkan kawasan Pasar Bawah.
Menurutnya, langkah swadaya yang dilakukan para pedagang menjadi contoh nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif para pedagang yang secara swadaya membangun tiga titik gerbang ucapan selamat datang. Kehadiran gerbang tersebut membuat kawasan pasar menjadi lebih tertata dan menarik bagi pengunjung,” kata Zulhamdi.
Zulhamdi Nova Candra, menilai pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap perbaikan sarana dan prasarana pasar agar Pasar Bawah semakin indah, rapi, bersih, dan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata belanja di Bukittinggi. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap proses penataan tetap mengedepankan dialog, musyawarah, dan kebijaksanaan.
“Kita mengapresiasi semua kerja baik yang dilakukan masyarakat dan pedagang. Namun pendekatan yang bijaksana dan mengedepankan komunikasi juga harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan,” tambahnya.
Kegiatan yang digagas PPBB ini mendapat apresiasi luas karena terlaksana melalui semangat kebersamaan dan swadaya masyarakat. Selain melakukan aksi kebersihan pasar, para pedagang juga tengah mempersiapkan pembangunan tiga gerbang utama sebagai ikon baru kawasan Pasar Bawah.
Gerbang tersebut diharapkan menjadi simbol penyambutan bagi wisatawan dan masyarakat yang datang berbelanja, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan citra positif kawasan perdagangan tradisional yang menjadi salah satu kebanggaan Kota Bukittinggi.
Ketua Pedagang Pasar Bawah Bersatu (PPBB), Medi Adrianto, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap para pedagang. Ia juga mengenang berbagai masukan dan dukungan yang diberikan Dewan Pembina PPBB, Dedi Patri, bersama mantan Kabid Pasar dalam memperkuat organisasi pedagang selama beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, sejak PPBB terbentuk dan berjalan selama satu tahun terakhir, banyak kegiatan positif yang telah kami lakukan. Salah satunya menyalurkan ribuan paket bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana beberapa waktu lalu,” ujar Medi.
Menurutnya, keberadaan PPBB tidak hanya bertujuan memperjuangkan kepentingan pedagang, tetapi juga menjadi wadah pengabdian sosial dan penguatan kebersamaan di tengah masyarakat, pungkasnya.***
Pewarta : sutan mudo

.jpg)

Komentar0