GUO9GpGoBSrpBUW9TSG0TUApTA==

Workshop HOTS Digelar di Bukittinggi, Fasli Jalal: Jangan Main-Main dengan Pendidikan


Tingkatkan Kapasitas Kepala Sekolah, MDN-G adakan Workshop  di Aula SMA 2 Bukittinggi pada Sabtu (11/7/2026)

Bukittinggi, MataJurnalist.com_ Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Minang Diaspora Network Global (MDN-G) adakan Workshop, dalam rangka  Peningkatan Profesi Guru, Workshop yang di adakan pada Sabtu (11/7/2026) di aula SMA 2 Bukittinggi dengan tema Meningkatkan Kecanggihan Berpikir Siswa melalui Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Workshop dihadiri Yeni Halim,mewakili ketua MDN-G, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat,Habibul Fuadi, Kacabdin Wilayah I Sumbar,Willia Zuwerni, dan  diikuti oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru-guru senior SMA di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat. 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, S.Pd., M.Si.

Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D., Presiden Direktur Minang Diaspora Network Global (MDN-G), serta Dr. Zulfikri Anas, M.Pd., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka. 

Ketua Minang Diaspora Network Global (MDN-G) yang diwakili Mulyeni (Yeni Halim) juga  Vice Treasurer MDN-G sekaligus Ketua Pokja Beasiswa MDN-G and EntEntrepreneur

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, mengapresiasi penyelenggaraan workshop yang dinilai sangat penting dalam meningkatkan kompetensi guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan.

Kemudian Ia juga menyampaikan penghargaan atas kolaborasi Cabdin Wilayah I dengan Minang Diaspora Network Global (MDN-G). Menurutnya, kerja sama seperti ini diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh Cabang Dinas Pendidikan di Sumatera Barat.

"Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan juga oleh Cabang Dinas lainnya. Saat ini Sumatera Barat memiliki delapan Cabang Dinas yang membawahi SMA dan SMK di 19 kabupaten dan kota," ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Fasli Jalal menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi paling penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, pada periode 2028 hingga 2032 Indonesia akan menghadapi peningkatan kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas. Oleh sebab itu, dunia pendidikan harus mampu menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, serta daya saing yang tinggi.

"Kalau ingin menjadi bangsa yang maju, jangan main-main dengan pendidikan," tegas Fasli Jalal.

Fadli juga menjelaskan bahwa dalam dua dekade mendatang, pembangunan Indonesia akan bertumpu pada penguatan sektor pendidikan dan pengembangan human capital. Karena itu, peningkatan kualitas guru menjadi faktor utama dalam mencetak generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta memiliki kemampuan memecahkan berbagai persoalan melalui penerapan pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), katanya.

Menurut Fasli, tantangan dunia pendidikan saat ini bukan lagi sekadar mengajarkan siswa menghafal materi pelajaran, tetapi bagaimana membimbing mereka agar mampu berpikir pada tingkat yang lebih tinggi.

Melalui pendekatan HOTS, peserta didik didorong untuk mampu menganalisis persoalan, melakukan sintesis berbagai informasi, mengevaluasi suatu kondisi, hingga mampu menciptakan solusi yang inovatif.

"Anak-anak harus dilatih untuk berpikir pada aras yang tinggi. Mereka harus mampu menganalisis, mengevaluasi, kemudian berkreasi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan," jelasnya.

Saat wawancara, Fasli juga sampaikan MDN-G tidak hanya memberikan pelatihan selama workshop berlangsung, tetapi juga melakukan pendampingan atau mentoring, kepada para guru secara berkelanjutan. 

Selama dua hari pelatihan, peserta mengikuti diskusi intensif mengenai strategi pembelajaran, praktik terbaik di kelas, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di sekolah masing-masing.

"Di akhir kegiatan, setiap sekolah menyusun rencana kerja mengenai perubahan yang akan dilakukan setelah mengikuti pelatihan ini. Karena yang hadir bukan hanya guru, tetapi juga kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru-guru senior, maka implementasinya diharapkan bisa berjalan lebih maksimal," katanya.

Fasli menjelaskan, peserta akan memperoleh pendampingan selama empat bulan melalui pertemuan daring menggunakan Zoom. Mereka dibagi ke dalam kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 20 orang.

Setiap kelompok diwajibkan melaporkan perkembangan implementasi program pembelajaran berbasis HOTS setiap bulan. Sekolah atau kelompok yang menunjukkan praktik terbaik akan diberikan kesempatan mempresentasikan hasil inovasi mereka sebagai contoh bagi peserta lainnya.

Pola pendampingan tersebut diharapkan mampu memastikan bahwa hasil workshop tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah sehingga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi para siswa dalam menghadapi tantangan masa depan maupun dunia kerja, nantinya pungkas Prof Fasli Jalal.***

Pewarta : sutan mudo 

Komentar0

Type above and press Enter to search.